Lihat ke Halaman Asli

Ronny Rachman Noor

TERVERIFIKASI

Geneticist

Mewaspadai Meluasnya Peredaran Vaksin Covid-19 Palsu

Diperbarui: 4 Maret 2021   09:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Vaksin palsu yang disita pihak kepolisian Cina. Sumber: Interpol

Di tengah tengah upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan membentuk kekebalan masyarakat, dunia kini tengah dikejutkan dengan terbongkarnya jaringan pemalsuan vaksin.

Ribuan dosis vaksin palsu disita pihak kepolisian di Cina dan di Afrika Selatan.  Pihak kepolisian  Cina juga berhasil menangkap 70 orang pelaku pemalsuan vaksin, sedangkan di Afrika Selatan berhasil ditangkap pelaku berkewarganegaraan Cina dan Zambia.

Di tengah  tengah meningkatnya kebutuhan vaksin dan juga suplai vaksin yang masih sangat terbatas membuka peluang bagi orang orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan pemalsuan vaksin.

Tindakan ini tidak dapat dipandang sebagai tindakan kriminal biasa, namun perlu diwaspadai dunia termasuk Indonesia karena jika terjadi dalam jumlah yang masif akan menimbulkan masalah besar terkait imunitas publik.

Bisa kita bayangkan orang yang disuntik vaksin palsu tidak menyadari bahwa dirinya sangat rentan tertular covid-19 sementara yang bersangkutan sudah terlanjur melonggarkan pembatasan pergerakannya karena menganggap sudah divaksin.

Fenomena Gunung Es

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah apakah memang hanya terjadi di Cina dan Afrika Selatan saja  pemalsuan ini terjadi? Apakah hanya dilakukan oleh segelintir orang saja?

Dalam berbagai kasus pemalsuan suatu produk biasanya ketika ada yang tertangkap maka seringkali kejadian pemalsuan sudah masif seperti fenomena gunung es.

Penemuan kasus produksi vaksin palsu di Afrika Selatan sudah mulai terungkap di bulan Desember tahun 2020 lalu.

Barang bukti vaksin palsu di Afrika Selatan. Sumber: interpol

Pelaku yang ditangkap pihak berwenang Afrika Selatan. Sumber: Interpol

Pihak kepolisian Kementerian Keamanan Masyarakat di Cina menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang berusaha untuk mencari dan membongkar jaringan lain pemalsuan vaksin ini dan dengan bekerja sama dengan interpol diharapkan akan efektif untuk mencegak pemalsuan vaksin ini meluas.

Dari hasil penyelidikan the International Criminal Police Organization yang berbasis di Lyon Perancis  disinyalir bahwa kemungkinan besar ada jaringan lain yang sudah memproduksi dan mengedarkan vaksin palsu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline