Lihat ke Halaman Asli

Surobledhek

Cukup ini saja

Puisi | Cabai dan Garam

Diperbarui: 1 Agustus 2019   00:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Okezone Lifestyle

Barangkali sebentar lagi jantungku segera lepas dari gantungannya
Mataku akan tertutup selayar hitam
Hidungku akan penuh masker tebal

Ini sebuah negara, tanah dan air ini milik kita
Bukan milkku atau milkkmu saja
Namun, aku selalu salah sangka

Matahari menyapa dua belas jam lamanya
Kemudian malam datang meninggalkan embun ketika perginya

Anak TK terbahak bercerita dengan temannya,
"Manfaat matahari dan embun saja kau tak tau. Membuat malu ibumu saja."

Ia menyuburkan tanaman sesubur-suburnya
Mengkristalkan air laut sekristal-kristalnya
Juga menjemur kering cucian sekering-keringnya

Aku bertanya dalam hati, "Petani berangkat bekerja pagi hari, kemudian baru tiba di depan pintu ketika senja. Setiap hari, sejak nenek hingga cucunya nanti. Apa yang salah?"

Sebenarnya ada apa ini?
Tak ada apa-apa, semua beres-beres saja
Berita viral juga tidak ada

Memangnya tentang apa?
Benar tak ada apa-apa
Lalu apa yang salah, seperti mau kiamat saja

Biasa saja,
Hanya garam saja kita kehabisan stok, harus impor?
Tapi kamu diam-diam saja ya?

Apa lagi?
Cabai sedang langka, Rp 95.500 perkilo, aku akan berusaha impor juga
Cabai?

Apalagi?
Ini rahasia negara
Awas jika sampai bocor ke media
Kudeta, mengganggu stabilitas keamanan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline