Lihat ke Halaman Asli

Konspirasi Pemerintah dan Produsen Otomotif Asing

Diperbarui: 25 Juni 2015   00:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

134827486167762351

Bangsa ini benar-benar terpuruk oleh penjajahan sektor ekonomi, bisnis & produksi yang kian hari kian mencekek bangsa ini untuk menjadi konsumen / budak dari raksasa-raksasa otomotif asing yang beroperasi di negeri ini. Sebut saja Astra, Toyota dll yang telah lebih dr stengah abad mnguasai dan menyetir kebijakan pemerintah lewat sarana transportasi otomotif terutama mobil & motor.

Sejak tahun 70-an produsen-produsen otomotif asing (terutama Jepang) telah diberi keleluasaan yang sedemikian besar, hingga dengan bebasnya menguasai bangsa ini untuk di jadikan budak bagi produksi mereka dan melakukan segala cara untuk menjadikan agar jangan sampai bangsa ini mampu membuat atau memproduksi sendiri segala keperluannya.

ESEMKA

[caption id="attachment_213741" align="alignnone" width="300" caption="esemka"][/caption]

Sebut saja ESEMKA, mobil rakitan anak negeri yang pada awalnya hanya bertujuan untuk praktikum otomotif anak-anak sekolah tingkat menengah (SMK) yang kemudian dimotivasi oleh Bapak Jokowi (joko widodo) yang dengan sangat terang-terangan siap menjadi promotor untuk dijadikan sebagai mobil nasional diawal 2011 lalu. Tidak hanya produsen asing yang sontak kaget dengan santernya pemberitaan media mengenai hal ini yang jelas akan sangat mengganggu dominasi otomotif asing yang selama ini meraup keuntungan trilliunan rupiah, tapi juga pemerintah yang juga terkaget-kaget dengan keberanian Jokowi yang dengan lantang menyuarakan mobil esemka untuk dijadikan mobnas di Indonesia, dan dibuktikannya dengan langsung menjadikan ESEMKA sebagai mobil dinas walikota solo itu.

Tak hayal, cacian & cibiran pun langsung santer mengarah ke jokowi, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif. Karena dengan pernyataan tersebut jelas akan sangat mengancam upeti yang diterima oleh sebagian orang-orang penting yang duduk di kursi kekuasaan, hingga pada akhirnya disusunlah berbagai upaya untuk menjatuhkan mental bangsa ini lewat pernyataan orang-orang penting dalam kekuasaan seperti pernyataan Ketua DPR Marzuki Ali bahkan juga Habibie mantan presiden RI. Tidak hanya itu, merekapun berusaha menjegal karya anak negeri ini lewat peraturan tentang kadar emisi gas buang mobil esemka. Tapi Jokowi tetap bersikeras untuk terus memberikan semangat kepada siswa-siswa esemka untuk tidak patah semangat.

Memang harus kita akui, dengan masuknya produsen-produsen asing di Indonesia, kita mendapatkan banyak pemasukan / devisa, tapi dengan dominasi yang sedemikian kuat menguasai seluruh sektor terutama transportasi, telah berhasil menjadikan bangsa ini sebagai bangsa konsumen yang tidak akan pernah mampu memproduksi sendiri.

PILKADA DKI JAKARTA 2012

[caption id="attachment_213740" align="alignnone" width="276" caption="pilkada"]

1348274818947343102

[/caption]

Kemenangan Jokowi dalam PILKADA DKI di putaran pertama, telah membuktikan betapa besar pengaruh Jokowi akan semangatnya menciptakan perubahan di negeri ini, apalagi dengan selisih perolehan suara yang sangat signifikan. Dan tentu saja hal ini pasti akan sangat berpengaruh pada dominasi asing yang telah puluhan tahun menguasai Jakarta, baik itu otomotif, properti, Mall dan lain-lain. Sementara kita tau bahwa Jakarta selama ini adalah ladang paling strategis du dunia, sebagai kapital penggerak ekonomi di asia tenggara yang telah memonopoli seluruh kekayaan alam indonesia, Negeri terkaya didunia.

Kenyataan ini telah membuat produsen-produsen asing harus segera menerapkan strategi untuk menghadang laju perubahan yang dimotori Jokowi, yang dengan tekad kemandiriannya akan sangat mengancam kekuasaan modal-modal asing yang bercokol di Jakarta. Karena itu mereka harus menggunakan segala cara demi menjatuhkan Jokowi dengan berbagai skenarionya. Hingga pada akhirnya mereka meluncurkan produk baru Agya & Ayla.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline