Lihat ke Halaman Asli

Himam Miladi

TERVERIFIKASI

Penulis

Dari Biji ke Secangkir Kopi

Diperbarui: 16 Desember 2019   08:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

biji dan benih pohon kopi (dokpri)

Dibalik sebuah penemuan pasti tersimpan legenda. Seperti pada cerita apokrif (yang diragukan keasliannya) tentang gadis pribumi Amerika yang tidak sengaja menumpahkan biji jagung ke dalam api, sehingga terciptalah makanan Popcorn.

Begitu pula dengan kopi, yang diselimuti legenda tentang Kaldi si penggembala domba dan cerita tentang Sheikh Omar dari kota Mocha, Yaman. Tapi, fakta bagaimana secangkir minuman kopi itu dihasilkan ternyata butuh 15 tahapan.

15 Tahap Pemrosesan Kopi

1. Menanam benih kopi

Menanam kopi tidak sesederhana melempar beberapa biji ke tanah kemudian dipanen beberapa tahun kemudian. Perjalanan biji kopi ke cangkir minuman sebenarnya bahkan tidak dimulai di perkebunan dimana tanaman kopi tersebut tumbuh.

Perjalanan itu dimulai setelah masa panen, dimana beberapa biji kopi hijau disimpan untuk dijadikan bibit tanaman kopi berikutnya. Benih ini menghabiskan tahun pertama mereka ditanam di tempat pembibitan di mana mereka dirawat dengan hati-hati, disiram dan terlindung dari sinar matahari. Begitu mereka tumbuh antara 18 dan 24 inci, dan cukup tangguh untuk menahan sinar matahari penuh, benih ini dikeluarkan dari tempat pembibitan untuk kemudian ditanam di perkebunan.

Pohon kopi bisa tumbuh hingga 5 meter (biasanya dari jenis Liberika). Tapi sebelum tumbuh setinggi itu, pohon kopi akan dipangkas hingga setinggi 1-2 meter saja untuk memudahkan petani memanennya.

Dibutuhkan waktu 3-5 tahun dari mulai ditanam hingga pohon kopi menghasilkan buah. Jika sudah matang, buah kopi akan berwarna merah segar seperti buah cherry. Buah ini memiliki kulit yang membungkus daging buah, dan dua biji kopi kecil di tengahnya yang terbungkus kulit pelindung. 

2. Panen dan Memetik Buah Kopi

Di perkebunan yang kecil dan tradisional, kopi dipanen secara manual. Biasanya ini melibatkan saudara atau tetangga untuk membantu memetik buah kopi.

Meskipun ada waktu umum yang menandakan buah matang, para petani cenderung melakukannya secara bertahap. Artinya, usai memanen buah yang matang dan meninggalkan buah yang masih mentah, mereka akan kembali seminggu kemudian untuk memetik buah kopi lainnya yang baru saja matang.

Di tempat-tempat seperti Brazil, di mana perkebunan kopi lebih besar, dan berada di tanah yang rata serta dikelola secara modern, mereka dapat menggunakan mesin yang bisa memetik  buah kopi dari pepohonan. Sayangnya, proses menggunakan mesin ini tidak bisa membedakan mana buah yang sudah matang dan mana yang masih mentah.

buah kopi campuran matang dan mentah (dokpri)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline