Lihat ke Halaman Asli

Yosi Octafred

Just Share #GoodNews

Berbahagialah Orang yang Membawa Damai

Diperbarui: 1 Juli 2021   22:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berbahagialah Orang yang Membawa Damai (unsplash/james coleman)

Kita akan merasa bahagia jika kebutuhan hidup kita terpenuhi. Itu mungkin definisi dasar dari "kebahagiaan". Ketika kita lapar dan haus, lalu seseorang memberi kita makanan dan minum, pastilah kita bahagia; 

Ketika kita kedinginan, kemudian kita menemukan pakaian hangat untuk kita pakai, maka kita tentulah bahagia; Ketika kita dalam situasi perang, lalu muncul kesepakatan untuk berdamai, maka kita pun bahagia; Ketika kita masuk dalam suatu komunitas, dan kita diterima dengan baik, kita pasti bahagia.

Abraham Maslow menyebut soal lima hirarki kebutuhan: Pertama, physiological (fisiologis), yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan fisik kita, seperti makanan, minuman, pakaian, rumah, istirahat, bahkan termasuk oksigen untuk bernafas. 

Baca juga : Biarkan Kami Berbahagia

Tidak terpenuhnya kebutuhan fisiologis ini dapat membuat seseorang tidak bahagia, dan bahkan bisa melakukan tindakan-tindakan berbahaya, seperti mencuri, membunuh, atau bahkan bunuh diri karena frustasi.

Kedua, safety/security (rasa aman). Seseorang yang punya ketersediaan makanan, minuman, tempat tinggal, dan kebutuhan-kebutuhan fisiologis lainnya, tentulah tidak akan bahagia jika ia hidup dalam keadaan tidak aman. 

Hidupnya akan dibayang-bayangi oleh kekuatiran, kecemasan, dan ketakutan jika kelak ia kehilangan dengan semua yang ia miliki.

Ketiga, social (rasa memiliki dan kasih sayang). Bagaimanapun, manusia adalah mahluk sosial, yang memang diciptakan untuk membutuhkan kehadiran orang lain. Karenanya, kita sering merasa menderita ketika kita merasa sendirian, tidak ada yang mengasihi, merangkul atau menerima kita. 

Pada saat yang sama, kita pun butuh mengekspresikan cinta/kasih sayang kita kepada orang lain, apakah itu keluarga kita atau pasangan kita. Ada kepuasan tersendiri yang manusia rasakan ketika ia mampu mengasihi orang lain.

Keempat, esteem (penghargaan). Maslow menyebut ada dua bentuk penghargaan, yaitu rendah dan tinggi. 

Baca juga :Bertengkar Secukupnya, Berbahagia Sebanyak-banyaknya

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline