Lihat ke Halaman Asli

Nurlaela

Make up Artist

Viral, Makan Sambal dan Lalap Sepuasnya Harga Murah di Istana Lalap

Diperbarui: 25 November 2022   17:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hai sobat Kompasiana. Buku adalah jendela pengetahuan dan makna. Hobi membaca buku membuat kita bisa berpikir panjang dan luas. Perpustakaan merupakan tempat kita membaca buku dengan puas, karena tidak hanya satu atau dua buku yang kita baca.

Perpustakaan terdekat dan lengkap yang paling sering dikunjungi adalah Perpustakaan Indscript, yang terletak di Jalan Mohamad Toha no 203D Bandung. Perpustakaan ini didirikan oleh Teh Indari Mastuti. Beliau adalah seorang penulis sekaligus pebisnis terkenal. Beliau membuat Indscript Creative, didampingi oleh suaminya Kang Deky Tasdikin.

Selain perpustakaan, Indscript Creative pun menjual buku-buku karya sendiri dan orang lain di Toko Buku Indscript. Dan Teh Indari Mastuti yang menjadi pembimbing dalam kepenulisan tersebut, juga sekaligus dibukukan dan dicetak di percetakan milik beliau.

Beliau adalah seorang bussiness women yang sangat sibuk setiap harinya. Namun beliau tidak lupa akan tugasnya sebagai ibu yang baik bagi anak-anaknya. Beliau juga sangat dekat dengan ibu mertua dan keluarga suaminya. Beliau juga seorang sosok yang humble. Beliau sering membina para perempuan untuk semangat belajar dan bekerja.

Indscript Creative Bandung merupakan sebuah wadah inspirasi bagi semua perempuan, dimana perempuan itu harus cerdas, mandiri dan produktif. Tempat itu juga menjadi tempat yang nyaman untuk silaturahmi dan diskusi komunitas penulis dan pebisnis perempuan. Setiap harinya, kantor Indscript Creative didatangi oleh beberapa tamu untuk berkonsultasi mengenai kepenulisan dan juga bisnis. Kedatangan tamu bagi beliau adalah sebuah anugerah dan rezeki.

indscript-creative-bandung-63809a47ff9c8a477378c275.jpeg

Namun setiap kali tamunya datang, terkadang membuat beliau kebingungan untuk menjamu. Dan saat itulah tersirat dalam benaknya untuk membuat rumah makan. Kebetulan, ibu mertua Teh Indari Mastuti sangat senang memasak. Beliau dipanggil Mamah Nining.

 Beliau tidak pernah lelah jika hobi memasaknya tersalurkan dan akan selalu berbahagia. Beliau juga pernah membuat satu buku resep memasak makanan ala rumahan. Dari situlah ide membuat perpustakaan sekaligus rumah makan.

Pada tanggal 20 November 2022, pukul 09.00 WIB, dibuka rumah makan khas sunda yang bernama Istana Lalap Indscript. Selain menjadi perpustakaan, kita juga bisa sambil makan enak di situ. Menu andalan Istana Lalap adalah ayam bakar, ayam goreng dan tumis tulang jambal. Kelebihan rumah makan ini, kita bisa makan sambal dan lalap sepuasnya dengan harga yang terjangkau. Rasa ayam dan tumis juga sambalnya tidak usah diragukan lagi, "Mantap dan Hot".

Istana Lalap menyediakan berbagai lalap segar seperti daun tespong, seladah air, daun kemangi, daun jambu air, daun pohpohan, petai, jengkol dan lain-lain. Daun yang paling banyak disukai adalah daun pohpohan, selain segar dan daun tersebut juga kaya manfaat. 

Uniknya, cara makan nasi ayam bakar dan daun pohpohan adalah seperti halnya makan daging barbeque ala Korea. Nasi, ayam dan sambal digulung oleh daun pohpohan lalu dimakan. Sensasinya sangat luar biasa, dipadukan dengan sambal pedas, dan selalu ada rasa ingin menambah porsi makan. Rumah makan Istana Lalap terasa hommy bagi pengunjung yang datang, karena pemiliknya sangat ramah. 

Buat pembaca yang hobi kuliner, sedang mampir ke kota Bandung, silahkan datang dan nikmati rasa ayam bakar dan makan sambal serta lalap sepuasnya. Kalian juga bisa membaca dan membeli buku di sana, dijamin makan kalian bermanfaat. Makanan ini juga bisa pesan antar dan dikirim melalui ekspedisi antar dalam kota.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline