Lihat ke Halaman Asli

Novi Kurnia

a random writer

Surat Untuk Kucingku Tersayang

Diperbarui: 14 November 2021   12:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat Sapiudin---nama kucingku---menghilang aku sudah merasakan adanya firasat bahwa kucingku akan meninggalkan aku untuk selama-lamanya. Aku telah mengikhlaskan kepergiannya.

Sapiudin, adalah nama kucing aku. Barangkali anda akan segera mengetahui alasan mengapa aku memberikan nama Sapiudin kepada kucingku, yaitu dari corak dan warna kucingku yang menyerupai seekor sapi. Selain itu, Sapiudin memiliki bobot tubuh yang cukup besar bagi kucing---yang bahkan orang ketika pertama kali kaget ketika melihat bahwa Sapiudin adalah seekor kucing kampung biasa. Sapiudin adalah kucing kampung yang memiliki ukuran badan yang besar dan memiliki bobot sebesar 7kg.

"Ngapain kamu melihara kucing jelek gitu? Ini loh aku punya kucing peranakan yang bagus," kata tetangga yang terheran-heran aku begitu menyayangi kucingku, yang merupakan kucing kampung biasa dan bukan kucing peranakan.

Bagiku, Sapiudin bukan hanya kucing peliharaan biasa saja. Sapiudin adalah titipan Tuhan, untuk menghiburku di masa-masa terbawahku. Menghiburku ketika aku sedih bahkan aku depresi saat itu. Begitu penting keberadaan Sapiudin untukku --- Sapiudin bukan hanya kucing peliharaan biasa saja.

img-20190916-wa0015-6190a14d06310e14753792d2.jpg

Seperti halnya kucing pada umumnya, Sapiudin melakukan hal-hal aneh yang kerap mengundang tawa. Ada saat dimana Sapiudin tercebur selokan, kemudian pulang ke rumah dalam keadaan kotor dan basah kuyup. 

Ada disaat Sapiudin berantem dengan kucing tetangga, kemudian pulang dalam keadaan babak belur. Saat-saat dimana Sapi sakit dan membuat seisi rumah khawatir karena Sapi tidak selera makan. 

Saat dimana Sapi harus mengamuk karena dijahilin oleh seisi rumah. Begitu banyak warna yang telah Sapiudin berikan, begitu banyak aksi yang mengundang tawa. 

Kucing tidak hanya dinilai dari bentuknya saja, dari ras mana mereka berasal. Yang terpenting bagi hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan adalah keterhubungan secara emosional. Bagiku, hewan peliharaan haruslah teman yang memiliki satu vibrasi denganku---soulmate.

Pertama kali Sapiudin menghilang, beberapa minggu tidak pulang benar-benar berdampak bagiku. Aku menangis semalaman, menangisi dimana perginya kucingku.  Aku takut terjadi apa-apa, aku ingin Sapi pulang dengan selamat. Dan Alhamdulillah, dua minggu kemudian Sapi pulang. Dengan raut wajah yang tidak berdosa, Sapi pulang dan langsung minta makan. Antara bahagia dan kesal, kenapa kucing begitu semaunya sendiri? Apakah tidak mengerti bahwa pemilik sangat khawatir dengan menghilangnya dia?

Beberapa minggu Sapiudin hanya mau di rumah, dia hanya berjalan-jalan keluar untuk buang hajat. Dan tanpa aku sadari, saat itu adalah saat-saat aku dan keluarga menikmati waktu terakhir dengannya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline