Lihat ke Halaman Asli

Nadhiroh

Mahasiswa

Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pembelajaran Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Sayuran

Diperbarui: 1 Agustus 2021   23:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Mahasiswa Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang berbasis pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Salah satu program KKN-2 yang dilakukan yaitu pembelajaran pembuatan pupuk organik dari limbah sayuran.

Hampir seluruh masyarakat di Kelurahan Gayamsari setiap hari melakukan kegiatan seperti memasak, salah satunya yaitu memasak sayuran. 

Kebiasaaan masyarakat di Kelurahan Gayamsari yang membuang limbah sayur baik itu dalam jumlah besar maupun kecil yang lama kelamaan akan membusuk dan memicu serangga-serangga untuk datang sehingga dapat menimbulkan penyakit. Minimnya pengetahuan dan pemanfaatan limbah sayuran yang berada di Kelurahan Gayamsari sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. 

Serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara daur ulang limbah sayuran. Dengan adanya pengolahan limbah sayur menjadi pupuk organik warga desa gayamsari dapat memahami cara mengelola limbah sayuran dan dapat memanfaatkan limbah sayuran sebagai bahan baku pupuk organik. Ibu-Ibu rumah tangga dan Ibu-Ibu PKK yang menghabiskan waktunya selama pandemi Covid-19 ini untuk berkebun dapat memanfaatkan pupuk tersebut untuk pupuk tanaman maupun dijual kembali untuk usaha.

Adanya pandemi Covid-19 menjadikan pembelajaran pembuatan pupuk organik dari limbah sayuran yang awalnya akan dilaksanakan secara langsung dan bersama-sama oleh masyarakat Kelurahan Gayamsari sekarang dilakukan dengan membagikan video tutorial cara pembuatan pupuk organik dari limbah sayuran. Link Video : https://youtu.be/RVUQGQudycw

Alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu ember/tong, karung, pengaduk, pisau, talenan, limbah sayuran, EM4 dan air. 

Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan limbah sayuran yang sudah tidak terpakai, kemudian memotongnya menjadi kecil-kecil untuk mempercepat proses yang berlangsung.

Langkah kedua dilakukan dengan memasukkan potongan limbah sayur ke ember dengan menambahkan EM4 yang telah dicampur dengan air terlebih dahulu sedikit demi sedikit ke dalam ember, fungsi dari EM4  untuk mempercepat proses fermentasi. 

Langkah ketiga yaitu pengadukan dan pendiaman selamaa 7 hari. Hasil dari pembuatan pupuk dibagikan di Kelurahan Gayamsari dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

dokpri

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline