Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Iqbal Awaludien

Penulis konten suka-suka!

Mengatasi Stres Bekerja dengan Efektif

Diperbarui: 15 Mei 2022   11:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Stres kerja (Sumber: istockphoto)

Stres kerja merupakan masalah umum yang dialami setiap karyawan. Rutinitas yang repetitif, beban kerja yang berat, masalah internal kantor, hingga kelelahan akibat jarak tempuh yang jauh antara kantor dan rumah, merupakan beberapa faktor penyebab stres kerja.

Meski banyak orang stres kerja bisa sembuh dengan sendirinya, hal ini tetap tidak dapat diabaikan begitu saja. Bahkan, stres yang menumpuk lantaran "masalah kerja" berpotensi memunculkan dampak buruk, baik dari sisi kinerja maupun kesehatan.

Lantas, bagaimana mengatasinya? Disadur dari berbagai sumber, antara lain Alodokter.com dan health.kompas.com ini dia beberapa langkah efektif mengatasi stres kerja.

Cintai Pekerjaan

Kerja sering kali dianggap sebuah beban yang berat dan membosankan. Mulai sekarang hilangkan pikiran itu, secara perlahan! 

Jadilah seseorang yang mencintai pekerjaan, agar rutinitas kerja menjadi lebih menyenangkan. Ya, tidak mudah memang, namun hal ini tidak mustahil dilakukan. Beberapa langkah bisa dicoba untuk mulai mencintai pekerjaan:

  • Renungkan kenapa Anda memilih pekerjaan saat ini?
  • Berefleksilah terkait apa saja kontribusi dan hal-hal yang telah Anda hasilkan dari pekerjaan
  • Gali hal-hal yang bisa diekspor agar skill lebuh meningkat dalam pekerjaan
  • Bersosialisasi dengan rekan kerja, rekan satu tim, dan atasan

Kenali Batas Kemampuan

Mengenali sampai mana batas kemampuan dalam mengerjakan job desk merupakan salah satu hal penting untuk mengurangi stres kerja. 

Mengingat, saat memaksakan diri dan mengambil semua tanggung jawab, hal itu dapat membuat Anda kelelahan. Kerjaan yang selesai tidak maksimal, stres pun datang.

Mengenali batas kemampuan bisa dimulai dengan membuka komunikasi ketika sudah merasa beban kerja terlalu berat. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline