Lihat ke Halaman Asli

Sucahya Tjoa

TERVERIFIKASI

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Krisis Finansial Yunani Apa Latar Belakang Penyebabnya? (2)

Diperbarui: 21 Juli 2015   09:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bisakah Alexis Tsipras memenangkan taruhan atau judi tersebut pada akhirnya?

Publik Yunani memperkirakan,  menarik diri dari zona euro merupakan resiko pasti yang melebihi resiko yang melekat pada penghematan. Mereka masih bersedia tetap berada di zona euro, tapi jelas ini merupakan pilihan sulit. Jika tetap tinggal di zona euro, maka harus menerima pemotongan belanja, pemotongan kesejahteraann & upah dan kebijakan penghematan.

Tapi jika memilih tidak menerima dan meninggalkan zona euro, tiada yang tahu? Itu akan memasuki dunia yang tidak dikenal. Misalnya dengan harus membawa kembali mata uang asli Yunani ‘Drachma’. Tapi bagaimana nilai tukar antara drachma dan euro, apakah bisa diperbaiki? Tidak ada yang tahu....

Ini semua berarti tabungan mereka akan cepat terdepresiasi dibandingkan dengan mata uang keras dari euro. Dan tidak ada yang mau mengambil resiko ini.

Begitu referendum selesai, Menkeu Yunani, Yanis Varoufakis yang baru diposnya kurang dari 5 bulan, dengan sedih meninggalkan jabatannya (mengundurkan diri). Dalam pernyataannya ia mengatakan alasannya ia berhenti karena ia sedang “terdepak” dan menerima “sindiran”. Selama 5 bulan terakhir, Yanis Varoufakis telah bertanggung jawab untuk bernegosiasi utang dengan Uni Eropa, tapi gaya radikal dan pandangannya yang “non-maintream” telah menyinggung banyak rekan di zona euro.

Ketika Yanis Varoufakis meninggalkan kantor, Uni Eropa kehilangan lawan negoasiasi yang kuat. Analisis memperkirakan bahwa ini mungkin tindakan yang disengaja atas nama pemerintah Yunani. Kemungkinan Yunani telah mencapai kesepakatan dengan zona euro.

Permainan Kooperasi AS Demi Mengeruk Keuntungan

Perlu dicatat bahwa selama krisis semakin serius, perusahaan AS, Golman Sachs terus mendiskreditkan euro. Pada 2 Juli 2015, Goldman & Sachs menyatakan memburuknya situasi tegang di Yunani. Dan mengembar-gemborkan kinerja yang sangat baik dari AS ‘atas zona euro dan bikin isu  nilai tukar euro akan jatuh.

Peluncuran mata uang Euro merupakan fajar baru menurut Bank Sentral Eropa (ECB) dan 12 negara ikut ambil resiko.

Pada 1 Januari 1999 yang telah pelan-pelan bersemai selama hampir setengah abad, pertama diluncurkan di 11 negara Uni Eropa sebagai mata uang Eropa. Sebagai produk dari integrasi ekonomi Uni Eropa, kelahiran euro bisa disebut ciptaan baru dalam sejarah keuangan internasional, dan dilihat oleh seluruh dunia sebagai simbol kebangkitan Eropa dalam pertarungan melawan dollar AS.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline