Lihat ke Halaman Asli

Abdul Azis

Wiraswasta

Puisi Dua Bahasa: Kidung Kangen (Syair Rindu)

Diperbarui: 2 September 2020   21:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Docpri: Abdul Azis le putra marsyah

Bahasa Jawa

Nangis keronto-ronto ono ing pelataran

Sinawang padang cahyaning rembulan
Sing thukul ono siseh wetan
Nandang kangen geguyonan

Bapak, mung liwat kidung kangen iki
Tondo wujud putro kang ngabekti
Marang sampean sing pun dipundut gusti
Mugo biso dadi tombo ati

Pak, wangi sekar kenongo sumebyar ing sarean
Bebarengan dungoku dateng panjenengan

Pak, wengi iki atiku sedeh
Tangis kangen nganti tumetes iloh geteh

Pak..

Bahasa Indonesia

Ku menangis saat di halaman
Melihat terang cahaya purnama
Yang terbit dari sebelah timur
Merasakan canda yang membuat rindu

Bapak, hanya melalui kidung rindu ini
Sebagai tanda wujudku menjadi anak yang berbakti
Kepada engkau yang sudah di ambil Tuhan
Semoga bisa mengobati rasa yang di hati

Pak, harum bunga kenanga tersebar di pemakaman
Bersamanya doa yang ku panjatkan untuk engkau seorang

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline