Lihat ke Halaman Asli

kupasotomotif

pengamat otomotif

Mengapa Motor yang Lancar Pakai Pertamax Jadi Lemah Tenaganya Bila Pakai Pertamax Turbo?

Diperbarui: 30 April 2020   00:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

blog.tribunjualbeli.com

Mungkin pembaca sudah banyak yang tahu mengapa motor yang harusnya menggunakan pertamax turbo tenaganya akan berkurang bila menggunakan pertamax. Tapi apakah pembaca tahu mengapa ada motor yang justru tenaganya berkurang ketika menggunakan pertamax turbo daripada ketika menggunakan pertamax?

Dari referensi mungkin ada penjelasan bahwa menggunakan bensin dengan oktan yang terlalu tinggi akan membuat mesin panas dan lebih bergetar. Tapi jarang ada penjelasan mengapa menggunakan bensin oktan yang lebih tinggi dari yang dibutuhkan bisa mengurangi tenaga.

Hal ini sebenarnya tidak lepas dari dua sifat yang menjadi indikasi performa dari bensin. Sifat yang pertama adalah oktan. Oktan dari bensin harus cukup tinggi untuk mencegah terjadinya pre ignition atau pembakaran yang terlalu dini. Pembakaran yang terlalu dini ini bisa membuat silinder bergerak berlawanan arah yang efeknya tidak baik untuk mesin atau bahkan bisa merusak mesin.

Banyak hal yang bisa mempengaruhi kebutuhan oktan mesin. Kebutuhan oktan mesin bisa meningkat misalnya bila menggunakan filter racing atau knalpot racing, juga bila campuran udara dibuat lebih kering.

www.chevronwithtechron.ca

Oleh karena itu oktan harus pas. Bila oktan terlalu rendah maka tenaga mesin bisa berkurang dan ada resiko mesin bisa rusak.

Sifat yang kedua adalah kandungan energi. Jarang diketahui bahwa bahan bensin dengan oktan tinggi biasanya mempunyai kandungan energi yang lebih rendah. Berikut contoh kandungan oktan bahan bensin:

www.epa.gov

Perhatikan bahwa ethanol yang mempunyai kandungan oktan tinggi mempunyai kandungan energi jauh lebih rendah dari Butane atau Toluene:

en.wikipedia.org

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline