Lihat ke Halaman Asli

Kompas.com

TERVERIFIKASI

Kompas.com

Wayang Suket, Mainan Anak yang Hampir Punah

Diperbarui: 18 Mei 2018   10:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Wisatawan belajar membuat wayang suket di Omah Kecebong.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Jari jemari Yusuf (74) lihai menekuk rumput mendong. Sekilas Yusuf tampak sedang membuat produk anyaman. Namun jika diperhatikan lebih lama, bentuk rumput dibuat menjadi konfigurasi manusia. Ada hidung, kepala, tubuh, dan tangan.

"Ini wayang suket. Kalau yang di sana itu bentuk Lima Pandawa," kata Yusuf saat melatih wisatawan membuat wayang suket di Omah Kecebong, Sleman, Yogyakarta, Kamis (10/5/2018).

Meskipun tidak diberi nama, dengan mudah dapat membedakan Lima Pandawa dari bentuk ukuran wayang suket.

Wayang Bima berukuran lebih tinggi dan besar dari empat lainnya, ada yang berukuran sama persis yakni si kembar Nakula dan Sadewa, Arjuna yang berukuran sedang, dan Yudhistira dengan tubuh yang lebih besar.

"Sebenarnya wayang suket ini sesuai dengan imajinasi pembuatnya saja ingin seperti apa. Tidak ada pakem khususnya," jelas Yusuf.

Yusuf atau akrab disapa banyak orang Mbah Yusuf adalah warga Sleman asli. Semasa kecil, wayang suket menjadi mainan dia dan anak-anak lain.

"Jadi kalau sedang ngangon ternak, kami menunggu sambil bikin wayang suket ini," jelas Yusuf.

Yusuf, pengajar wayang suket di Omah Kecebong, Yogyakarta

Maka tak heran, ia menyebutkan rekan seumurannya rata-rata bisa membuat wayang suket. Namun seiring perkembangan zaman, mainan yang lekat dengan budaya ini mulai tak diminati.

"Ya zaman berubah, anak-anak zaman sekarang mainnya robot. Mana mau main wayang suket begini lagi. Kalau bukan yang seumuran saya di acara begini sudah tidak ada yang mainkan wayang suket," jelas Yusuf.

Yusuf hadir di Omah Kecebong, penginapan sekaligus restoran dan tempat outbond di Sleman, Yogyakarta yang menjadikan pengalaman berbudaya menjadi daya tarik bagi tamunya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline