Lihat ke Halaman Asli

Alifis@corner

Seniman Serius :)

Kisah Dosen: Antara Tensi dan Vaksinasi

Diperbarui: 14 Maret 2021   07:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

catatan 'tensi' sebelum vaksinasi (dokpri)

Selalu ada argumentasi dan selalu 'menang' sendiri. Itulah dosen, termasuk tentang tensi dan vaksinasi (alifis@corner).

07.29 saya meluncur ke RSU Undana untuk ikut vaksinasi. Sengaja datang awal agar tidak terjebak antrian karena ini hari Jum'at dan menghindari sore hari yang saat ini selalu disiram hujan rinai. Sampai jam 07.48 sesaat memarkir motor di kompleks RSU Undana, ternyata di arah lokasi vaksinasi sudah terdengar ramai. Wahh, harus bergegas.

Saat ambil nomor, dapat 23 hijau. Sebelumnya sudah terdistribusi 30 nomor putih. Artinya saya urutan 53. Memang sudah cukup banyak antrian. Yang belakangan niat datang pagi, ternyata memiliki kesamaan persepsi. Hanya kalau start dari rumahnya telat, yang didapat antrian sudah puluhan kali lipat. Sampai nanti sore  tertarget 450 orang akan tercatat.  

Tempat duduk berjarak yang disediakan penuh hingga antri berdiri. Dosen dan pegawai tumpah ruah semua satu pandangan ke arah layanan. Menunggu panggilan untuk mengikuti alur desk menuju satu keinginan, vaksinasi. Yang datang siang, kaget-kagetan, ternyata proses tidak singkat, melalui tahapan pemeriksaan yang begitu 'ketat'. Ya harus begitu, ini urusan dengan nyawa manusia, apalagi berhadapan dengan para dosen dan pegawai yang tidak lagi remaja, ya bolehlah dibilang agak tua. Hahaha ...

Undana termasuk salah satu institusi di NTT yang lebih dahulu mendapat layanan vaksinasi dibanding yang lain berkat inisiatif kerjasama dengan KKP sebagai badan otoritas distribusi vaksinasi di propinsi ini. Pelayanan  sudah berlangsung di hari selasa, rabu, jum'at hari ini dan terakhir senin pekan depan dengan sasaran 1753 orang, dari Rektor sampai cleaning service. Undana mungkin akan lebih siap untuk blended learning atau full offline semester depan.

Dan, ada-ada saja kejadiannya.

Bisa dibayangkan bagaimana ramainya antrian orang yang ingin 'kebal' dari virus covid, yang menghantui selama setahun terakhir dan belum kelar juga. Tidak peduli Profesor, Doktor sampai yang tanpa titel, semua tunduk dan patuh pada panggilan antrian. Yang di kampus adalah bawahan mereka. Mungkin diluar sepengamatan saya, ada yang beralasan darurat, karena pejabat, bisa menyelip dan diproses lebih singkat. 

Bisa dibayangkan bagaimana semarak suasana. Para dosen dan sejawat yang bisa jadi setahun lebih tidak bersua. Itu yang beda prodi dan tak pernah satu room di media zoom. Sekalinya berjumpa semua bermasker dan tampak semangat melepas canda. Yang hanya tampak di mata dan suara.

Tema lagi-lagi tentang virus, vaksin, kampus, riset, kuliah, mahasiswa, proposal, project, sedikit-sedikit nyerempet politik. Hal biasanya yang dibincangkan di kampus. Yang paling hangat adalah tentang tekanan darah atau tensi sebagai salah satu syarat bisa tidaknya divaksinasi. Ya, tensi. 

Tensi Yang Bikin Keki

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline