Lihat ke Halaman Asli

Fosfor "Glow In The Dark" sebagai Pupuk Tanaman

Diperbarui: 22 Mei 2021   14:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi pribadi

Bunga durian yang banyak tumbuh di bulan Mei-Juni, merupakan fase generatif untuk tanaman durian itu.  Istri saya selalu memperhatikan bunganya, karena di kebun,  dia menanam beberapa pohon durian. Kebun sebagai lab dan juga sebagai media pembelajaran. Itulah yang istri saya maksudkan. 

Pada bulan mei ini beberapa pohon tumbuh bunga yang lebat,, namun dia heran  karena yang jadi buah hanya satu, dan itu pun buah nya prematur, rontok sebelum 'benar-benar matang"

Masalah yang muncul, mengapa bunga banyak yang rontok?,  dan sedikit yang masih tersisa, apa penyebabnya,  menjadi bahan diskusi antara saya dengan istri.  Saya mencari sumber belajar tentang masalah ini, persis seperti mahasiswa yang mendapat tugas dari dosen, dengan pendekatan "problem base learning. Mahasiswa diberikan permasalahan, dan diminta untuk memecahkan masalahnya. 

 Lewat YouTube, istri saya berusaha mengatasi pohon durian nya yang banyak bunga namun rontok.  Dia menemukan bahwa kekurangan  kalsium dan  fosfor adalah penyebabnya. Fosfor menjadi menarik  untuk dikaji.

Masalahnya  kian jelas, lahan yang ditanami durian awalnya adalah sawah, dimana sawah yang telah di pupuk dengan fosfat, mengalami kejenuhan. Akibatnya fosfat demikian tidak dapat digunakan oleh tanaman. unsur P penting dalam  pertumbuhan tanaman. Khususnya fase generatif, yakni pada fase pertumbuhan  bunga, mempercepat pematangan buah dan tanaman. Selain itu,  Fosfor merangsang pertumbuhan akar. jadi penting amat fosfor itu.

Mengapa demikian? Oleh karena fosfor dalam tanah berbentuk  senyawa  fosfat itu terikat di dalam tanah. Dalam tanah -tanah masam, fosfat akan bersenyawa dalam bentuk-bentuk Al-P, Fe-P, dan occluded-P, sedangkan pada tanah-tanah alkali, fosfat akan bersenyawa dengan kalsium (Ca) sebagai Ca-P membentuk senyawa kompleks yang sukar larut. 

Oleh karena itu pemupukan pun menjadi tidak efisien. Pemberian pupuk fosfat ke dalam tanah, hanya 15-20% yang dapat diserap oleh tanaman. Sedangkan sisanya akan terjerap di antara koloid tanah dan tinggal sebagai residu dalam tanah. 

Kondisi ini menimbulkan defisiensi fosfat bagi pertumbuhan tanaman. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan pemupukan yang mengandung mikroorganisme pelarut fosfat.

Dalam ruang terbatas ini saya mengupas tentang unsur Fosfor (P) dan peran mikroorganisme dalam proses melarutkan fosfor sehingga dapat berperan menyuburkan tanaman.

UNSUR FOSFOR  (Phosphor =P

Secara kimia fosfor memiliki lambang kimia P dengan nomor atom  15 dan masa atomnya 31. Berarti jumlah elektron nya 15,  Proton 15, dan neutron nya 16. materi ini diajarkan di SMA kelas X. karakterisitk fosfor  bersifat non logam ,  bervalensi banyak. Fosfor dikenal dengan fosforus, suatu istilah yang disematkan karena kemampuannya memancarkan cahaya. Sebuah proses kemiluminece. Luminescence merupakan pancaran cahaya yang tak panas dari suatu benda. Fenomena ini merupakan fenomena fisika berupa  emisi cahaya oleh  benda dalam bentuk radiasi benda dingin, yang disebabkan  reaksi kimia, energi listrik, gerakan subatomic, atau tekanan pada kristal(Piezoelectric).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline