Lihat ke Halaman Asli

Inspirasiana

TERVERIFIKASI

Kompasianer Peduli Edukasi.

Marina dan Hari Pernikahan

Diperbarui: 12 November 2022   12:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Marina dan hari pernikahan | Ilustrasi: Mirela Anton/Pinterest

Anthony Blande, menggoreskan pensilnya di atas kertas putih dengan saksama. Dia terlihat masuk ke dalam imajinasi tentang hari pernikahan yang indah. Sepasang matanya yang hitam, menatap lurus tak berkedip. Bibir cerahnya yang tipis, sesekali meruncing.

Marina memperhatikan pria muda itu dengan takjub. Sangat tidak salah jika aku mempercayakan semuanya pada desainer ini, pikirnya.

Bayangkan, dia hanya mempunyai satu pilihan warna untuk gaun yang akan membalut dirinya, putih. Tetapi Anthony Blande memberinya saran begini dan begitu. Dari alasan yang dikemukakan, Marina tahu dia akan menjadi sangat luar biasa pada hari pernikahannya.

"Setiap orang bekerja dengan insting, yaa?" gadis itu bertanya lirih, khawatir mengganggu pria di depannya.

"Mungkin. Lihat ini!"

Marina menerima buku sketsa yang disodorkan, dia memandanginya penuh haru.

"Aku pasti cantik sekali, ya kan?

*

Sandri berdiri di balkon kamarnya dengan perasaan galau. Hangatnya udara musim semi tak mampu menyemangati jiwanya. Seandainya ini hanya mimpi.

Joanna baru saja memberi kabar kepulangannya. Dia sudah melalui tahun-tahun yang berat untuk meraih apa yang diimpikan kedua orang tuanya.

Kini tiba gilirannya bertemu sang tunangan, Sandri. Pria tampan yang telah menaklukkan hatinya sejak beberapa tahun lalu. Mereka sepakat menggelar pesta pernikahan begitu study-nya selesai.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline