Lihat ke Halaman Asli

Innovesia

Consulting Agency

Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Business Model Canvas

Diperbarui: 3 Juni 2020   16:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: Innovesia, Business Model Canvas Workshop

Saat ini, pandemi COVID-19 menyebabkan kondisi yang penuh gejolak dan ketidakpastian. Banyak sektor bisnis yang terdisrupsi akibat pandemi ini. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan saat ini perlu melakukan evaluasi terhadap bisnisnya. Salah satunya adalah dengan mengevaluasi dan mengisi kembali atau reposisi Business Model Canvas (Kanvas Model Bisnis) yang sudah ada. Model bisnis (business model) adalah sebuah strategi yang dilakukan untuk menghasilkan nilai (value) untuk berbagai pihak yang terlibat dalam proses itu bisnis itu sendiri. Tujuan model bisnis adalah untuk membantu memvalidasi sumber daya, aktivitas, kanal, hingga hubungan antar pihak yang terlibat dalam strategi bisnis yang dicanangkan. 

Business Model Canvas merupakan kerangka kerja untuk mendefinisikan model bisnis. Kanvas disusun untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis agar menghasilkan kinerja yang lebih optimal. Kanvas ini dapat digunakan untuk semua jenis bisnis, tanpa terbatas sektor usahanya. Bagi pemilik dan/atau pemimpin suatu perusahaan, Business Model Canvas digunakan untuk menganalisis kekuatan dan kekurangan proses bisnis yang dimiliki. 

Sumber gambar: Innovesia, Business Model Canvas Workshop

Business Model Canvas memiliki 9 elemen. Fungsi dari kesembilan elemen tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yakni desirability (elemen yang mendefinisikan keinginan bisnis/founder) meliputi Customer Segments (Segmen Pelanggan), Value Proposition (Nilai yang Ditawarkan) dan Customer Relationships (Hubungan dengan Pelanggan); feasibility (elemen yang mendefinisikan dukungan untuk merealisasikan keinginan tersebut) meliputi Channels (Kanal), Key Activities (Aktivitas Kunci), Key Resources (Sumber Daya Kunci) dan Key Partners (Partner Kunci); dan viability (elemen yang mendefinisikan ketahanan bisnis) meliputi Revenue Stream (Sumber Pemasukkan) dan Cost Structure (Struktur Pembiayaan). 

Sumber Gambar: Strategyzer

Berikut adalah tips pengisian Business Model Canvas yang perlu anda ketahui: 

Customer Segments

Pengisian Business Model Canvas dapat dimulai dari elemen Customer Segments di sebelah kanan. Pada dasarnya bagian ini ditulis daftar konsumen yang disasar. Segmentasi konsumen bisa beragam, bahkan sebuah produk bisa saja menyasar lebih dari satu segmen. Masing-masing segmen pelanggan juga perlu dipahami karakteristiknya secara mendalam. 

Value Proposition

Elemen kedua adalah Value Proposition, semua yang ada dalam bisnis berawal dari nilai (value). Value adalah manfaat dari suatu produk atau jasa. Produk atau jasa harus menghasilkan manfaat yang dibutuhkan oleh target pelanggan. Value dapat diciptakan dari analisa kebutuhan target customer saat ini. Seperti saat kondisi pandemi COVID-19 beberapa value yang dapat dipakai antara lain menyediakan produk atau jasa yang pertama kali disediakan (newness) dan produk atau jasa dapat menyelesaikan masalah atau isu yang dihadapi target customer (jobs to be done).

Channels

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline