Lihat ke Halaman Asli

Indira Susetyawati

Karyawan swasta

Pengalaman Mengurus Visa USA

Diperbarui: 30 November 2022   00:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pixabay

Mendapat undangan pernikahan sepupu di USA menggelitik hati saya untuk pergi. USA yang menjadi latar belakang berbagai film yang saya tonton sejak kecil membuat seakan akrab dengan ikon kota-kota di sana. Kebetulan pada Februari itu ada pameran Travel Fair, setelah bertanya-tanya saya membeli tiket PP ke LA untuk saya dan keluarga. 

Sebelum mengajukan visa USA saya browsing sana-sini, tanya teman, akhirnya memberanikan diri untuk urus sendiri. Mengurus sendiri tentu saja alasan utama saya adalah untuk berhemat, karena biaya visanya sendiri sudah cukup mahal dan saya pergi berempat. Tetangga belakang rumah saya baru berhasil setelah apply yang ketiga kalinya.

Di awal kita perlu buat akun dulu di apply visa US, dan kemudian baru isi form D160. Lakukan pembayaran dan buat janji temu. Yang diisikan di form D160 itu semuanya hanya kita yang tahu, jadi tidak berguna juga minta diisikan orang lain atau mencontek karena isinya data pribadi semua.

Saya bepergian 4 orang, dengan suami dan 2 anak balita. Di awal saya isi form punya saya dulu, pengisian secara online. Ditanya data umum nama, tanggal lahir, alamat, kemudian ditanya pekerjaan. 

Di tempat kerja terakhir masa kerja saya 11 tahun, setelah saya isi ini. Form langsung selesai dan berganti ke pertanyaan lain, saya ikuti sampai selesai tidak ada pertanyaan tentang pendidikan ataupun pertanyaan pernah kemana saja.

Beralih ke punya suami. Dia ada perubahan tempat kerja, jadi di tempat yang baru baru 3 tahun. Nah di sini formnya berubah, jadi muncul pertanyaan kerja dimana sebelumnya, dan sebelumnya lagi, kemudian ditanya pernah bepergian kemana saja selama 5 tahun berakhir.

Sementara untuk 2 anak saya, form yang diisi lebih pendek. Jadi form ini bisa berbeda tergantung data yang kita isikan di awal ya. 

Ada poin mengenai akun sosial media, saya tuliskan semua yang kita punya. Terkait dengan ini, saya yang semula ragu mau menuliskan punya saudara di US atau tidak. Akhirnya menuliskan lengkap, beserta alamat, email, pekerjaan dan nomor hape saudara saya tersebut.

Karena saya beberapa kali chat via Instagram dengan dia, takutnya mereka bisa deteksi kalau saya ada hubungan dengan saudara saya di US (terpengaruh film-film Hollywood nih).

Tiba saat hari wawancara, saya interview di Konsulat Amerika di Surabaya yang terletak di Citraland. Begitu masuk, kita harus melepaskan semua perhiasan, jam tangan, dan semua bawaan dititipkan kepada petugas termasuk lip gloss. Kecuali berkas-berkas dalam satu map bisa dibawa, saya bawa dokumen setumpuk: Sertifikat rumah, tiket, hasil print tabungan, dan print out tiket yang sudah saya beli.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline