Lihat ke Halaman Asli

Independent News

Independent

Polemik Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Bagaimana Solusinya?

Diperbarui: 20 Januari 2021   17:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nahkah Qanun Lembaga Keuangan Syariah (doc Pribadi)


JAKARTA-Independent, Aceh sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam sudah seharusnya menjadikan lembaga keuangan syariah tumbuh dan berkembang dalam aktivitas ekonomi masyarakat Aceh.

Penerapan syariat Islam secara kaffah harus dimaknai dengan penerapan Islam dalam semua dimensi aktivitas masyarakat termasuk dalam aktivitas ekonomi dan bisnis.

Sistem ekonomi syariah mempunyai konsep yang lengkap dan seimbang dalam segala hal kehidupan.

Namun sebagian umat Islam tidak menyadari hal itu karena masih berpikir dengan kerangka ekonomi kapitalis sekuler.

Hal ini terjadi karena negara muslim tersebut telah berabad-abad dijajah oleh bangsa Barat dan juga bahwa pandangan dari Barat selalu lebih hebat.

Padahal tanpa disadari ternyata di dunia Barat sendiri telah banyak negara mulai mendalami sistem perekonomian yang berbasis syariah.

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sebagai bagian dari sub sistem ekonomi syariah dalam menjalankan bisnis dan usahanya juga tidak terlepas dari saringan syariah.

Dalam prakteknya Lembaga Keuangan Syariah (LKS) tidak akan mungkin membiayai usaha-usaha yang di dalamnya terkandung hal-hal yang diharamkan.

Proyek yang menimbulkan kemudharatan bagi masyarakat luas berkaitan dengan perbuatan mesum/asusila, perjudian, peredaran narkoba, senjata illegal serta proyek-proyek yang dapat merugikan syiar Islam.

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dalam setiap transaksinya tidak mengenal bunga baik dalam menghimpun tabungan investasi masyarakat ataupun dalam pembiayaan bagi dunia usaha yang membutuhkannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline