Lihat ke Halaman Asli

Ianawati shaleha

Pebisnis herbal dan penulis

Sandera Novel coronavirus atau 2019-nCoV pada Mahasiswa Indonesia di Wuhan

Diperbarui: 28 Januari 2020   21:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. KompasTV

Informasi akhir akhir ini yang cukup menghebohkan dunia tentang mewabahnya sebuah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus baru yang bernama novel coronavirus atau 2019-nCoV  di kota Wuhan, ibu kota propinsi Hubai, China seolah olah seperti  Zombi yang siap memangsa siapapun yang jadi sasaran berikutnya. 

Wuhan diduga sebagai tempat berasalnya virus mematikan tersebut telah dikarantina, demikian pula sejumlah kota lain di provinsi Hubei.

Pemerintah China sendiri telah memperluas wilayah yang diisolasi hingga ke Beijing, termasuk dengan menutup akses transportasi mulai dari bus, kereta, hingga pesawat dihentikan pengoperasiannya.

Wuhan seperti kota mati setelah pemerintah membatasi pergerakan warga untuk keluar kota, transportasi menjadi lumpuh.  Tak ada yang berani keluar rumah, pemandangan nampak sepi. Sesekali tampak diantara mereka keluar rumah hanya untuk keperluan darurat saja.

Jumlah korban yang kian bertambah semakin membuat ciut nyali untuk melancong ke negeri Tirai bambu tersebut, apalagi setelah tersebar video seorang suster yang bekerja di rumah sakit Wuhan menyatakan jumlah orang yang terinfeksi ratusan kali lebih banyak dibanding angka resmi yang telah diumumkan oleh pemerintah China.

Pada hari Senin (27/1/2020), Komisi Kesehatan Tiongkok atau disingkat NHC menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah novel coronavirus bertambah hingga mencapai 80 orang dan lebih dari 2744 orang telah terinfeksi, 461 orang masuk kategori gawat dan 51 pasien berhasil disembuhkan.

Menurut laporan terbaru pihak berwenang di provinsi Hubei tengah, korban telah mencapai 24 orang meninggal dunia.
Beberapa negara seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat (AS), Prancis dan Srilanka telah bersiap siap untuk mengevakuasi warganya dari lokasi endemi tersebut.

Para ahli mengklaim pasar Huanan Wholesale Seafood Market yang terletak di Wuhan merupakan sumber dari wabah virus corona, karena banyak orang yang bekerja dan tinggal di dekat pasar itu. Virus tersebut kemudian menular dari hewan liar yang dijual di pasar tersebut.
Pasar tersebut telah dikenal dengan penjualan hewan eksotisnya.

Di Wuhan cukup populer memiliki pola hidup dan pola makan makanan eksotik seperti kucing, koala hidup, ular, tikus, anak serigala, buaya, anak anjing, salamander, ular raksasa, tikus, burung merak, landak, koala, kelelawar, dll.

Untuk sementara pemerintah China memperlakukan larangan perdagangan hewan liar yang merupakan  langkah mitigasi, hal ini karena diduga virus Corona tersebar melalui daging hewan liar seperti kelelawar dan ular yang dijual di pasar Huanan.

Para mahasiswa Indonesia yang terisolasi di Wuhan mengharap untuk segera dipulangkan. Pemerintah setempat menghimbau untuk tidak keluar ruangan, sehingga mereka hanya tinggal dalam apartemen dan kamar asrama bersama yang lainnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline