Lihat ke Halaman Asli

Fina Alvilatifah

Seorang Ibu Rumah Tangga

Petuah Keramat untuk Generasi Ngebet Nikah

Diperbarui: 10 Agustus 2022   00:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Parenting. Sumber ilustrasi: Freepik

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pemikiran bersama para kompasianers. Seperti yang sudah dilihat pada judul di atas, hal yang ingin saya angkat di sini adalah topik pernikahan. Topik yang selalu hangat diangkat pada pemberitaan, sering di filemkan. Hal itu adalah contoh kecil, menunjukkan topik ini memang akan selalu penting baik dipandang dari sudut pandang manapun.

Belakangan konsep pernikahan sering sekali diangkat, hingga tak jarang banyak dewasa ini orang-orang dibuat seolah-olah sudah sangat memahami arti pernikahan, dan remaja yang baru beranjak dewasa merasakan seolah-olah mereka akan siap menempuhi dunia pernikahan. Coba saja jika tidak percaya, berselancar di media sosial Youtube. Pasti kompasianers akan mudah dibawa ke channel pasutri. Menyuguhkan kehidupan yang manis-manis dan kehidupan rumah tangga yang mudah, dijamin para kompasianers muda dibikin meleleh dan berhayal ngelantur. Ingin segera bertemu jodoh terbaik dengan standar yang mereka miliki.

Sebelum benar-benar memasuki dunia pernikahan, kompasianers ada baiknya kalian tau hal-hal penting yang akan saya utarakan. Agar tidak ada lagi kisah pernikahan yang terlanjur basah, dan tentunya menghindari perceraian dini. Karena sungguh kompasianers, menikah itu tidak sesedarhana saling menyayangi dan sama-sama cinta. Sebelum menikah pastikan kalian sudah memperhatikan hal-hal dibawah ini dengan seksama!

KETERBUKAAN

Keterbukaan adalah landasan yang penting untuk membangun sebuah hubungan, maksudnya kita ingin memiliki pasangan yang jujur. Apalagi memilih teman hidup, pastikan tidak ada dusta di antara keduanya. Karena dari kejujuran, hubungan pernikahan jangka panjang akan siap dimulai. Disayangkan tidak semua pasangan memulai dengan kejujuran, biasanya dikarenakan salah satu pihak merasa gengsi dengan pasangan, dan ingin selalu dibanggakan, dipandang baik dan tidak ingin dianggap remeh.

Ingat kompasianers! Mulailah pernikahan dengan kejujuran, karena mereka yang mencintai kita dengan tulus akan menerima keadaan kita yang apa adanya. Malah menguntungkan bagi kalian untuk mengetahui respon awal dari calon pasangan kalian ketika sudah jujur sejujur-jujurnya. Bisa dijadikan pertimbangan. apakah hubungan layak diperjuangkan. Dibanding repot dalam urusan pernikahan jangka panjang, sebab salah melangkah.

KESETARAAN

Pasangan yang akan melenggang dalam dunia pernikahan harus bisa menjadi dirinya sendiri, bisa menghargai dirinya sendiri dan pasangan. Artinya kedua pihak bisa mengemukakan pendapat mereka dengan nyaman dan tidak ada perasaan tertekan. Jika sebelum menikah hubungan kalian dipenuhi oleh tekanan, pertimbangkan untuk melangkah lebih jauh. Dalam hubungan pernikahan yang sehat selayaknya suami istri yang saling sayang bisa menghargai pasangannya tanpa harus menjadi dominan serta merasa paling benar dan harus didengarkan semua perkataannya. Pernikahan tidak dibangun untuk menyenangkan satu pihak saja.

MUSYAWARAH

Pastikan pasangan kita adalah pribadi yang bijaksana, bisa diajak rembukan urusan rumah tangga. Bukan malah berperilaku semau gue, semakin mudah pasangan untuk diajak berdiskusi dan bermusyawarah. Terutama mau menerima perubahan dari hasil musyawarah, berarti kalian memilih pasangan yang tepat. Pasangan yang mau terus sama-sama maju kedepan untuk mencapai cita-cita pernikahan bahagia yang kalian rencanakan dan usahakan untuk kebahagiaan bersama.

 Sebab hanya pasangan-pasangan yang mau berkomitmen untuk mengusahakan kebahagiaan bersama, akan langgeng dan tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis. Apa saja yang harus dimusyawarahkan sebelum menikah? Pastikan sebelum menikah kalian sudah mendiskusikan hal-hal dibawah ini;

  • Keuangan (bagaimana model mengelola keuangan)
  • Pekerjaan (Siapa yang harus bekerja? Keduanya kah atau salah satu saja?)
  • Tempat tinggal (Kompasianers ini adalah hal yang paling sensitif, harus dibicarakan sebelum menikah. Wajib hukumnya!)
  • Anak (Membahas soal anak juga penting apalagi untuk para pasutri dengan ekonomi yang baru merintis)
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline