Lihat ke Halaman Asli

Evi Siregar

TERVERIFIKASI

Dosen-peneliti

Sistem Angkutan Umum di Paris, Banyak yang Bisa Kita Pelajari

Diperbarui: 11 Desember 2021   06:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Stasiun metro di Paris. Foto: Dokumentasi pribadi.

Paris memiliki sistem angkutan umum terbaik di dunia. Baik kereta bawah tanah metro, kereta RER (Reseau Express Regional 'Jaringan Ekspres Regional'), trem, maupun bus merupakan angkutan umum yang aman, efisien, dan mudah digunakan.

(Hampir) semua penduduk Paris lebih memilih naik angkutan umum daripada mobil pribadi, bahkan ketika mereka pergi menonton pertunjukan sebuah opera sekalipun (dengan pakaian elegan).

Bagi penduduk Paris, memilih naik metro (nama ini sebenarnya berasal dari penggalan kata Metropolitain), kereta, trem, atau bus, bukan persoalan tidak bisa naik taksi (alasan keuangan), tetapi memang benar-benar nyaman dan kendaraan umum tersebut tiba tepat waktu sesuai dengan jadwal. 

Orang-orang naik taksi hanya dalam keadaan tertentu, seperti pada malam hari dan jarak ke halte bus atau stasiun kereta atau trem cukup jauh.

Tambahan lagi, naik angkutan umum di sana tidak berdesak-desakan (hanya pada jam-jam sibuk). Supir bus tidak pernah ugal-ugalan di jalan dan cara mengemudikan bus pun sangat baik. 

Selain itu, kita bisa mempersiapkan waktu untuk perjalanan kita, karena bisa dicek pada app (bernama RATP) berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tiba di satu tempat, dan itu benar-benar terjadi.

Champs-Elysees Paris. Foto: Dokumentasi pribadi.

Bagaimana Paris bisa memiliki sistem angkutan umum yang begitu baik?

Sejarah perkembangan sistem angkutan umum yang panjang

Baiknya sistem angkutan umum di Paris bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Semua yang mereka miliki sekarang sudah dimulai dari banyak dekade yang lalu; pembangunan infrastruktur dan perkembangan layanan angkutan umum sudah memakan waktu cukup panjang. 

Misalnya, bus sudah ada sejak tahun 1662. Adalah matematikawan Blaise Pascal, orang yang menawarkannya dengan kereta kuda. Meskipun hanya bertahan beroperasi selama 15 tahun, karena naiknya tarif hanya bisa dijangkau masyarakat kelas atas, ide Blaise Pascal telah membuka mata banyak orang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline