Lihat ke Halaman Asli

Jan Bestari

Merayakan setiap langkah perjalanan

Badau Border with Malaysia's Taste

Diperbarui: 16 Januari 2022   05:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemandangan alam terlihat dari pintu lintas batas antar negara di Badau Putussibau/Dokumentasi pribadi

(Sejenak menikmati senja di kawasan border Badau dan pasar rakyat)

"Di sini kasih pernah berbunga tiada harum, tiada warna.

Di sini cinta pernah membara tanpa bahang dan tanpa apinya.

Begini yang kurasa Hidup kita berdua"...

Itulah sepenggal bait syair lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi kenamaan negeri tetangga Malaysia Saleem Iklim terdengar membahana mengisi relung relung ruang di pasar wisata Badau.

Senja saat itu terasa syahdu. Lagu yang nge hit diera 90 an telah menjadi latar suasana sore dengan gerimis hujan yang seolah menolak teduh.

Alunan musik pop rock telah menemani orang-orang yang sengaja datang berkunjung sambil berteduh menikmati berbagai minuman dan makanan yang telah dipesan sebelumnya di gerai jualan yang tampak bejejer rapi didalamnya

Hujan gerimis juga tidak menghalangiku sedikitpun untuk dapat melihat indahnya siluet gunung yang tampak membiru yang menjadi latar pemandangan disekitar kawasan border Badau. Sebuah tempat perlintasan resmi antar negara Indonesia dan Sarawak Malaysia.

Dimeja-meja itu ada pasangan yang seperti habis berolahraga sore, ada keluarga besar lengkap dengan anaknya yang sedang beranjak remaja dan cengkrama hangat rekan rekan sekerja masing-masing yang mengobrol sambil diseling sesekali dengan bercanda riang.

Beberapa saat sebelum berteduh...

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline