Lihat ke Halaman Asli

Dyah R

"Bagian terbaik dari kehidupan adalah bagian yang kita syukuri."

Hal-hal yang Menyebabkan Seseorang Sulit untuk Menulis (Kembali)

Diperbarui: 29 September 2023   14:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Canva

"Kalau gitu kamu menulis lagi aja." Demikian Ibu memberi saran kepada saya di suatu waktu kami berbincang ringan.

Saya hanya nyengir dan berkata "Duh, nulis apa ya Bu?"

Menulis. Satu kata, satu skill yang semua orang tentu bisa melakukannya. Namun, untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca, tidak semua orang bisa. Semua membutuhkan praktik berkali-kali. Masih ingat dengan istilah "10.000 jam terbang"? Ya!.. Saya pikir menulis juga seperti itu. Orang yang sudah memiliki 10.000 jam terbang dalam menulis, dalam artian sudah menulis secara konsisten, terus menerus, bertahun-tahun, tentu akan menghasilkan tulisan yang bagus, menarik, dan enak dibaca.

Bagaimana jika belum sampai 10.000 jam terbang, namun rehat bertahun-tahun lamanya tidak menulis? Tentu saat akan memulai lagi, rasanya seperti baru belajar menulis. Hal ini yang sedang saya rasakan. Sepertinya banyak hal yang ingin saya tuliskan, namun saya bingung bagaimana hendak memulainya. Terkadang saya juga ragu-ragu, dalam kepala saya ada saja pikiran "kalau saya nulis tema ini, kira-kira aneh nggak ya?", dan berbagai pertanyaan -pertanyaan lain yang pada akhirnya menjadi mental block dalam menulis. Akhirnya yah.. menulisnya tidak kunjung jua dimulai.

Lama berkutat mengurus domestik rumah tangga karena anak masih usia kanak-kanak, yang tentu masih butuh pendampingan setiap saat membuat saya sulit menyelesaikan membaca 1 buah buku hingga selesai. Masih ingat betul November 2015 suami mengajak saya jalan-jalan ke toko buku untuk refreshing. Saat itu anak pertama kami yang baru berusia 4 bulan, turut kami ajak. Di Gramedia, saya membeli buku novel Andrea Hirata yang berjudul "Ayah", namun hingga hari ini buku tersebut belum kunjung jua selesai dibaca. Hahahha... saya menertawai diri saya sendiri tiap kali melihat buku itu. Namun buku yang belum selesai saya baca itu, akhirnya saya sumbangkan saja agar lebih bermanfaat untuk oranglain, daripada ia berdiam diri merenung di rak buku bersama beberapa "kawan-kawannya" yang lain.

Mungkin benar kata Aan Mansyur -Penulis Puisi_ yang puisinya pernah dipakai di FIlm AADC 2. Aan masyur pernah berkata "menulis itu harus terus menerus, harus kontinyu, sebab sekali kamu berhenti menulis (apalagi dalam waktu lama), akan sedikit sulit memulainya kembali". Demikian hal yang pernah disampaikan Aan Mansyur sekitar tahun 2008/2009 saat saya mengikuti pelatihan menulis dan beliau sebagai sebagai salah satu pematerinya. Itulah yang sedang saya alami sekarang. Kalau kata Jarwadi MJ (salah satu blogger Jogja), suatu ketika saat saya dan suami bersilaturahim dengannya di tahun 2014, "kamu sekarang udah gak nulis di blog ya?", saya menjawab cengengesan kala itu "Iya mas, bingung atur waktunya", dia pun menimpali "Oh jadi sekarang kamu menulis di kehidupan nyata ya." Ujarnya tersenyum lebar. Yes bro! Betul itu. Dalam hati saya berkata demikian, sembari bertanya ke dalam diri saya sendiri "kapan saya bisa rajin menulis lagi?".

Duh panjang lebar kali saya beralasan ya. Hehehe..  Jadi mana nih hal-hal yang menyebabkan seseorang sulit untuk menulis (kembali)? Hmm.. berikut menurut saya:

1. Lama tidak menulis

Lama tidak menulis, dalam artian sudah bertahun-tahun tidak menulis akan membuat seseorang menjadi kaku dan canggung. Perasaan awkward saat hendak mulai kembali untuk menulis ini bisa dialami siapa saja yang sudah lama banget tidak menulis, namun ingin mencoba untuk menulis kembali.

2. Kurang ide /  Tidak ada ide

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline