Lihat ke Halaman Asli

Dio Eka Prayitno

Pustakawan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Mencari Inspirasi dalam Menulis

Diperbarui: 2 November 2022   15:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Menulis bukan suatu hal yang sulit, bahkan merupakan suatu hal yang menyenangkan. Seperti kita ngobrol dengan kerabat atau sahabat, berdiskusi dengan kawan sepermainan atau teman nongkrong di warkop. Menulis ini merupakan kegiatan sederhana, tidak membutuhkan energi yang luar biasa untuk melakukannya, menulis hanya proses pengalihan bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. 

Tidak ada standart khusus dalam menulis, kecuali untuk tujuan penelitian akan terdapat susunan yang harus dilakukan, namun tetap menjaga norma dan etika yang berlaku di masyarakat seperti tidak mengandung unsur SARA dan juga porno. Kita bisa mengawali kegiatan menulis dengan tulisan-tulisan sederhana seperti postingan di media sosial baik itu di facebook, instagram atau twitter. Menulis jika tidak diawali, maka akan terasa barat dan sulit untuk dilakukan. Maka dari itu, mulailah dari sekarang dan dari hal sederhana. 

Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan menulis. Kita bisa bayangkan apabila tidak ada tulisan, maka kita tidak akan mengenal kehidupan masa lampau, kita tidak bisa mengetahui peradaban manusia pada zaman dahulu, kita tidak dapat memahami sejauh mana manusia berkembang. 

Sejarah tidak akan tercipta. Oleh karena itu, kita juga perlu menulis bahkan menulis itu merupakan keharusan bagi manusia modern yang hidup di masa sekarang. Tujuannya bukan untuk saat ini, melainkan juga untuk masa yang akan datang. Melalui tulisan kita bisa turut serta dalam mengubah dunia, melalui tulisan kita telah menjadi bagian dari perkembangan zaman, memberikan sumbangsih terhadap peradaban manusia dan berkontribusi atas pengetahuan.

Menulis pada era teknologi seperti saat ini menjadi lebih mudah karena kita bisa menulis melalui perangkat elektronik yang kita punya seperti handphone, laptop dan komputer. Kemudahan dalam menulis yang kita nikmati saat ini merupakan suatu anugerah yang patut kita syukuri. Selain itu, kita sebagai manusia juga dilengkapi oleh Tuhan dengan panca indera seperti mata, telinga, hidung, mulut dan kulit. Sehingga hal tersebut akan jauh lebih memudahkan kita dalam berkreasi melalui tulisan. Kondisi demikian juga akan memudahkan dalam mendapatkan inspirasi dalam mengawali kegiatan menulis yang akan kita lakukan.

Kita tidak perlu jauh-jauh dalam mencari inspirasi, cukup dengan memaksimalkan panca indera yang kita miliki. Tulisan ini pun tercipta karena memanfaatkan panca indera yang penulis miliki. Kita maksimalkan anugerah yang diberikan kepada kita agar menjadi insan yang mau berpikir dan bersyukur.

Melihat

Mata berfungsi untuk melihat segala sesuatu yang nampak, namun kondisi melihat dapat memiliki dua makna yaitu melihat secara tekstual dan melihat secara kontekstual. Sebagai contoh, ketika duduk di pinggir jalan, kita melihat orang yang berjalan, kendaraan yang melintas, burung beterbangan dan gerak pohon yang tertiup angin. Kondisi tersebut merupakan keadaan melihat secara tekstual yang artinya kita melihat fenomena yang sedang terjadi pada saat itu saja. Namun kondisi ini akan berbeda ketika kita mengamati secara seksama pada objek tertentu, misalkan orang yang berjalan, maka kita bisa mengambil atau mendapatkan inspirasi dari fenomena yang kita amati tersebut. Pengamatan tersebut membawa kita dalam kondisi di alam bawah sadar bergumam dalam hati tentang siapa yang berjalan, mengapa dia berjalan, dari mana dan akan ke mana dan lain sebagainya. Dari hal sederhana itu, kita bisa memulai menuliskan sesuatu pada media yang kita bawa pada saat itu seperti handphone. Apabila kita terus mengamati, kita tidak boleh melewatkan sekecil apapun fenomena tersebut agar dapat terus mendapatkan informasi yang kita inginkan. Orang yang memiliki kemampuan dalam melakukan pengamatan biasanya orang dengna gaya belajar visual yaitu orang tersebut akan melihat atau membayangkan apa yang sedang dibicarakan. 

Mendengar

Pendengaran merupakan anugerah pertama yang diberikan oleh Tuhan sejak dalam kandungan, maka pendengaran ini dapat dijadikan sebagai sarana dalam mendapatkan inspirasi untuk mengawali kegiatan menulis yang akan dilakukan. Ada istilah auditori yaitu gaya belajar seseorang yang memanfaatkan indera pendengaran untuk mempermudah proses belajar. Kondisi ini sangat bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang sadar bahwa dirinya merupakan auditori, sehingga bisa maksimal dalam mencari inspirasi melalui pendengaran. Namun, hal ini tidak terbatas pada orang dengan kemampuan auditori karena inspirasi bisa datang dengan mendengarkan baik itu melalui musik kesukaan kita, diskusi dengan orang-orang sekitar atau orang yang kita percaya dan lain sebagainya.

Meraba

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline