Lihat ke Halaman Asli

Nahariyha Dewiwiddie

TERVERIFIKASI

Penulis dan Pembelajar

Si "Introvert" Juga Bisa Menjemput Inspirasi Kreatif Lewat Aromaterapi!

Diperbarui: 13 Januari 2018   20:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: Karan Bajaj

Ngapain beli buku terus? Nggak guna!

Ya, kira-kira seperti itulah apa yang dikatakan ayahku ketika mengetahui bahwa saya hendak beli buku. Walaupun di mata beliau buku merupakan sesuatu yang tidak bermanfaat, kurasa apa yang dialami olehku malah sebaliknya. Kok bisa?

Beneran kok, berkat buku-buku yang saya beli, saya merasakan tulisan-tulisan yang kutorehkan semakin beda dan berkembang. Itu karena, buku-buku yang saya beli kemudian membacanya, bagaikan oase yang mendatangkan dahaga bagi yang haus inspirasi dan kreativitas. Bahkan, kalau saya ingin mencari ide untuk menulis, (kini) saya akan jadikan buku-buku sebagai rujukan utama.

Tak hanya itu, buku-buku yang saya koleksi di rumah, malah bisa membawa berkah tersendiri. Akhirnya, saya bisa memenangkan kompetisi blog untuk pertama kalinya, semuanya tak lepas dari buku sebagai referensi yang digunakan saat membuat tulisan lomba. Dan, kalaupun buku-buku yang dibeli (memang) tidak mendapat ide menulis, setidaknya saya bisa memperoleh inspirasi untuk mengarungi kehidupan.

Buku-buku yang pernah dijadikan rujukan saat menulis. Dokpri

Namun, kalau bermodalkan buku-buku saja, itu tidaklah cukup. Makanya, saya sering membaca tulisan-tulisan daring, baik artikel maupun berita, juga kalau membutuhkan referensi tambahan saat menulis. Kadang, kalau menemukan artikel yang menarik dan saya suka, saya suka mendalaminya, bahkan tak jarang artikel-artikel online, bisa membuahkan inspirasi untukku!

Lalu, apalagi?

Ada, inspirasi menulis datangnya dari radio! Seperti itulah yang saya rasa, kala saya mendengarkan siaran radio Smart Happiness bersama Arvan Pradiansyah. Kadang, setelah saya mendengarkan talkshow-nya, saya pun merenung, lalu hasilnya, datanglah ide untuk membuat tulisan (yang baru)!

Nah, di luar itu, kadang saya mendapatkan ide dari hasil obrolan dengan orang lain, bahkan dari pengamatanku di televisi. Bahkan, saat jeda iklan di TV yang sering dilewatkan orang pun bisa jadi inspirasi, seperti yang saya alami saat menonton iklan tentang vlog Jokowi. Namun, itu jarang saya mendapatkannya.

***

Tapi...

Semua yang kulakukan di atas jadi percuma jika pikiran kita dilanda penat. Ya, bahkan walaupun kita sudah berusaha keras untuk membaca, mengamati, dan lain sebagainya, kalau otak kita sudah benar-benar lelah, ide dan kreativitas pun tetap tidak bisa muncul. Akhirnya, yang kita dapatkan, malah tambah pusing sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline