Nahariyha Dewiwiddie
Nahariyha Dewiwiddie Penulis & Pembelajar

🌸 Dewi Naharia's pen name. An passionate-ordinary writer. Media, humanities & psychology. ✉ dewiwiddie21@gmail.com 🌐🚀 dewiwiddie.blogspot.com 🌸

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Si "Introvert" Juga Bisa Menjemput Inspirasi Kreatif Lewat Aromaterapi!

13 Januari 2018   10:32 Diperbarui: 13 Januari 2018   20:13 839 5 2
Si "Introvert" Juga Bisa Menjemput Inspirasi Kreatif Lewat Aromaterapi!
Sumber gambar: Karan Bajaj

Ngapain beli buku terus? Nggak guna!

Ya, kira-kira seperti itulah apa yang dikatakan ayahku ketika mengetahui bahwa saya hendak beli buku. Walaupun di mata beliau buku merupakan sesuatu yang tidak bermanfaat, kurasa apa yang dialami olehku malah sebaliknya. Kok bisa?

Beneran kok, berkat buku-buku yang saya beli, saya merasakan tulisan-tulisan yang kutorehkan semakin beda dan berkembang. Itu karena, buku-buku yang saya beli kemudian membacanya, bagaikan oase yang mendatangkan dahaga bagi yang haus inspirasi dan kreativitas. Bahkan, kalau saya ingin mencari ide untuk menulis, (kini) saya akan jadikan buku-buku sebagai rujukan utama.

Tak hanya itu, buku-buku yang saya koleksi di rumah, malah bisa membawa berkah tersendiri. Akhirnya, saya bisa memenangkan kompetisi blog untuk pertama kalinya, semuanya tak lepas dari buku sebagai referensi yang digunakan saat membuat tulisan lomba. Dan, kalaupun buku-buku yang dibeli (memang) tidak mendapat ide menulis, setidaknya saya bisa memperoleh inspirasi untuk mengarungi kehidupan.

Buku-buku yang pernah dijadikan rujukan saat menulis. Dokpri
Buku-buku yang pernah dijadikan rujukan saat menulis. Dokpri
Namun, kalau bermodalkan buku-buku saja, itu tidaklah cukup. Makanya, saya sering membaca tulisan-tulisan daring, baik artikel maupun berita, juga kalau membutuhkan referensi tambahan saat menulis. Kadang, kalau menemukan artikel yang menarik dan saya suka, saya suka mendalaminya, bahkan tak jarang artikel-artikel online, bisa membuahkan inspirasi untukku!

Lalu, apalagi?

Ada, inspirasi menulis datangnya dari radio! Seperti itulah yang saya rasa, kala saya mendengarkan siaran radio Smart Happiness bersama Arvan Pradiansyah. Kadang, setelah saya mendengarkan talkshow-nya, saya pun merenung, lalu hasilnya, datanglah ide untuk membuat tulisan (yang baru)!

Nah, di luar itu, kadang saya mendapatkan ide dari hasil obrolan dengan orang lain, bahkan dari pengamatanku di televisi. Bahkan, saat jeda iklan di TV yang sering dilewatkan orang pun bisa jadi inspirasi, seperti yang saya alami saat menonton iklan tentang vlog Jokowi. Namun, itu jarang saya mendapatkannya.

***

Tapi...

Semua yang kulakukan di atas jadi percuma jika pikiran kita dilanda penat. Ya, bahkan walaupun kita sudah berusaha keras untuk membaca, mengamati, dan lain sebagainya, kalau otak kita sudah benar-benar lelah, ide dan kreativitas pun tetap tidak bisa muncul. Akhirnya, yang kita dapatkan, malah tambah pusing sendiri.

Bahkan, ketika saya telah menyelesaikan artikel terakhirku di 2017, saya merasa ada 'alarm' yang mengingatkan diriku untuk segera beristirahat atau pergi berpiknik. Padahal, saat itu juga ada dua "tugas menulis" yang menanti demi menambah penghasilan. Ingin sih menulis sekarang, tapi melihat kondisiku yang seperti ini, rasanya diriku sungguh tidak bersemangat. Benar-benar stuck.

Padahal, saya benar-benar menggantungkan pendapatan dari menulis. Karena, saya sadar, hanya inilah yang bisa saya kerjakan. Saya tidak menguasai bidang lainnya, dan lagipula, saya adalah seorang introvert yang idealnya bekerja di balik layar. Ya sudah, jadilah menulis sebagai pekerjaan yang terbaik untukku.

Makanya, sebagai creative people zaman now, penulis pun memang kudu harus kreatif! Dan, kreativitas itu penting, bahkan sesuatu yang 'mahal' bagiku. Terlebih lagi kalau ada blog competition, kreativitas menulis di sini akan lebih berguna. Ya, supaya "berbeda" dengan yang lain.

Dan, andaikan saja kreativitas dalam diriku tak berfungsi, bisa saja saya akan vakum menulis, bahkan bisa jadi saya benar-benar akan berhenti menulis.

Ah, jangan langsung menyerah begitu dong!

Karena itulah, saya harus melakukan sesuatu, supaya pikiranku bisa segar kembali. Nah, kegiatan seperti apa ya, biar bisa menjemput ide dan kreativitasku?

  • Berkunjung ke Tempat yang Baru

Sejak awal, saya memang ingin sekali jalan-jalan ke tempat baru. Dan, akhirnya terkabul juga. Tepatnya, pada hari pertama di tahun ini, di mana kami berkunjung ke wisata alam, sebuah dam yang terletak pada perbatasan kota. Tak cukup bisa puas berpiknik di pinggirnya, kami pun juga menyempatkan diri untuk berkeliling 'danau' menggunakan perahu bergerbong. Hmmm, sekalian melepas penat di pikiranku!

Pemandangan dam yang menyerupai danau. Dokpri
Pemandangan dam yang menyerupai danau. Dokpri
Tapi, kunjungan ke dam tidak membuatku merasa puas. Stimulus yang dikeluarkan karena ramainya pengunjung di tahun baru, membuatku kurang nyaman kala menikmatinya. Karena itulah, saya harus berkunjung lagi, dan pilihanku jatuh pada taman di ujung kota, yang sama sekali belum saya kunjungi.

Dan,  pilihanku itu memang tepat! Tempat inilah yang paling cocok untuk refreshing. Memang sih, taman itu tak terlalu luas, tapi di belakang taman itu, ada sawah yang terbentang luas, terus ada suara saluran air yang menyerupai air terjun. Duuh, sungguh menenangkan!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3