Lihat ke Halaman Asli

Desy Pangapuli

Be grateful and cheerful

Sukacita Mamaku Divaksin Lansia

Diperbarui: 18 Maret 2021   23:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen pribadi

Lega dan plong kepala mumetku setelah nyaris 2 bulan memikirkan vaksin lansia untuk Mama yang Juni nanti genap berusia 79 tahun.  Tunggu.... jangan salah, Mamaku ini super aktif sekalipun usianya senja, dan kondisinya di atas kursi roda akibat stroke sejak 20 tahun lalu.  Bersukacita dan mengucap syukur begitu selalu Mama menyemangati hidupnya.

Tetapi, tidak untuk aku yang galau nggak karuan sejak pandemi.  Beribu tanya di kepala, dan banyak orang yang aku tanyai mengenai vaksin lansia.  Termasuk mencoba beberapa link yang dishare sahabat-sahabatku.  Tetapi, no luck tidak ada jadwal konformasi setelah lebih dari 2 minggu kami menunggu.  Padahal beberapa orang konon mendapatkan konformasi.

Berpikir mencoba untuk vaksin drive thru bukan hal mudah, karena aku dan adekku memiliki keterbatasan membawa Mama.  Makin penuh kepalaku dengan kekhawatiran info yang beredar mana yang benar.  Bagaimana membawa Mama jika menggunakan taxi atau taxi online, aman nggak yah  Duuuhhh....intinya makin banyak bertanya, makin sesat justru aku.  Hahah..

Simsalabim....Pak RT di lingkungan datang via WA meminta aku menyiapkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) segera, karena besok pagi hari terakhir untuk diserahkan ke Kelurahan.  Dubrakkk...secepat kilat langsung aku siapkan.  Tetapi, abrakadabraaa....lagi...malamnya Pak RT dengan santai mengatakan, "Besok si Mama divaksin yah, dan bawa KTP serta no WA yang bisa dihubungi."

Eaalllaa...napa sih Pak RT doyan banget main kaget-kagetan begini.  Tetapi demi Mama, langsung aku mengatur strategi bersama adekku.  Yup, ini kesempatan terbaik bisa membawa Mama di vaksin Covid.  Letaknya di sebuah SMP Negeri tidak jauh dari rumah kami, dan disana tergabung 10 RT.  Hanya sehari pada Kamis, 18 Maret ini, mulai pukul 08.00 -- 14.00 WIB.  Ini artinya kesempatan emas!

Ternyata...oo...ternyata, banyak bertanya tidak jadi sesat di jalan akhirnya.  Aku jadi tahu harus bagaimana mempersiapkan Mama untuk dibawa vaksin.  Inilah yang aku persiapkan ketika membawa Mama:

  • Menyiapkan dokumen fotocopi KK dan KTP (untuk berjaga)
  • Menjelaskan sekilas tentang vaksin Covid
  • Datang lebih awal 1 jam sebelumnya.
  • Sarapan pagi sebelum berangkat.
  • Tidur lebih cepat malamnya sebelum vaksin agar tubuh fit.
  • Memastikan kondisi kesehatan Mama tidak sedang sakit, dan pastikan cukup istirahat.
  • Meminta Mama mengenakan baju lengan pendek
  • Melengkapi Mama dengan masker dan sanitizer
  • Membawa minuman dan makanan kecil supaya ketika menunggu tidak kesal atau bad mood.
  • Memesan taxi atau taxi online (pilihan)
  • Mengetahui pasti lokasi vaksin diadakan.

Mantap sudah persiapan kami bertiga, Mama, adekku dan aku sendiri.  Hahah...jam 06.45 taxi berwarna biru sudah menunggu manis.  Kami pun menuju lokasi dengan lancar, seperti tol tanpa hambatan sekitar pukul 07.00 meninggalkan rumah.

Tiba di lokasi, tampak kira-kira 10 orang lansia sudah menunggu.  Mereka duduk mengikuti protokol kesehatan, dengan kursi berjarak yang sudah disiapkan.  Menggunakan masker saling bercakap menaruh harap.  Sementara Mamaku tampak antusias sekali untuk segera divaksin.  Hahah...maklum sudah lama Mama menunggu kabar sukacita ini.

Akhirnya tiba juga pukul 08.00 dan seorang petugas tampak mendekat meja memulai prosedur vaksinasi.  Singkat cerita, inilah beberapa tahapan yang dilalui Mama untuk mengikuti vaksin lansia, yaitu:

  1. Pendataan
    Para lansia/ pendamping melakukan pendataan dengan menunjukkan KTP, dan petugas mencari nama lansia tersebut di lembar kertas mereka berdasarkan RT/ RW.  Disini dipastikan apakah terdata atau tidak.  Sedikit masalah tadi, karena Mamaku tidak terdata, tidak ada di daftar mereka.  Padahal KK dan KTP sudah aku berikan kepada Pak RT.  Tetapi tenang, tidak jadi soal karena bisa didaftarkan langsung dengan menunjukkan KTP.  Bukti bahwa Mama memang berumur lansia.  Selesai, kami pun diminta ke meja validasi.

  2. Validasi dan Ambil Nomor
    Di meja kedua ini kembali Mama datanya divalidasi, dan diberikan nomor urut.  Mama mendapatkan nomor urut 3.  Setelahnya kami diminta menunggu untuk dipanggil menuju meja data kesehatan.

  3. Data Kesehatan
    Setelah menunggu 10 menit, nomor 3 dipanggil.  Bersama adekku, kami membawa Mama menuju meja kesehatan.  Di meja ini ditanyain apakah mama peserta BPJS atau tidak.  Lalu kami diberikan lembar kertas kecil, dan diminta menuju meja screening.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline