Lihat ke Halaman Asli

Deddy Husein Suryanto

TERVERIFIKASI

Content Writer

Kisah Negosiasi di Industri Kreatif

Diperbarui: 8 September 2021   12:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi proses negosiasi. Sumber: Sora Shimazaki via Pexels.com

Negosiasi selalu ada di sekitar aktivitas kita. Tidak hanya bagi yang berkegiatan secara formal, alias yang terwadahi kantor dan instansi, tetapi juga bagi yang berkegiatan di luar lingkup kantor dan instansi.

Salah satunya adalah para pekerja lepas (freelancer). Ada dua tipe pekerja lepas di sini, yaitu tipe pekerja lepas mandiri, dan tipe pekerja lepas yang membutuhkan jalinan kerja sama antara dua pihak, alias non-mandiri.

Pekerja lepas mandiri biasanya sebagian besar waktu produktifnya berasal dari upaya menghasilkan karya dan/atau upah lewat inisiatif sendiri. Contoh sederhananya, pembuat konten di Kompasiana (Kompasianer) yang biasanya membuat konten tanpa ada tuntutan dan/atau permintaan dari pihak lain.

Pekerja lepas yang sebaliknya, yaitu yang membutuhkan jalinan kerja sama antara dua pihak, biasanya akan membutuhkan calon klien yang mencari jasa, termasuk jasa kreatif. 

Ilustrasi negosiasi. Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio

Contoh sederhananya juga bisa diambil dari aktivitas Kompasianer yang bisa berpeluang mendapatkan afiliasi dengan pihak tertentu yang membutuhkan jasa kreatif berupa tulisan atau sejenisnya.

Saya juga akan memberikan contoh berdasarkan yang pernah saya alami sebagai pekerja lepas yang non-mandiri. Contoh pertama adalah ketika saya pernah mendapatkan kesempatan dari Kompasiana untuk membuat konten artikel yang berafiliasi dengan sebuah produk kategori Food and Beverage.

Boleh dibaca: Berjuang untuk Tidak Sakit dengan Tiga Pola Hidup Sehat

Saat itu, saya belum punya pengalaman bekerja sama dengan instansi untuk membuat konten yang bertujuan promosi produk. Seingat saya, saat itu juga belum pernah membuat konten berbau promosi lewat blog competition, karena saat ada Samber THR 2019 juga belum ada yang berkaitan dengan sponsor seperti saat Samber THR 2020 (tiba setelah afiliasi ini) dan 2021.

Namun, secara tidak langsung, sebenarnya dari situlah--blog competition--saya mulai mengetahui dasar-dasar membuat artikel yang tidak hanya berdasarkan kumulasi ide dan inisiatif pribadi, melainkan dari ketentuan. Ini yang kemudian bisa berubah menjadi permintaan, ketika sudah mengarah ke praktik afiliasi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline