Lihat ke Halaman Asli

Bahaya Kecanduan HP dan Sosial Media

Diperbarui: 22 Januari 2018   10:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Gadget, Handphone atau Smartphone merupakan perangkat elektronik yang sangat penting bagi kehidupan manusia di era teknologi informasi saat ini. Dengan segala kelengkapan fitur yang ditawarkannya seperti internet, bersosial media dan sebagainya sehingga dapat membuat orang banyak menghabiskan waktu hingga berjam-jam bahkan berhari-hari dengan handphone atau smartphone nya.

Namun, tahukah anda bahwa Gadget dapat membawa dampak buruk bagi manusia, salah satunya adalah menjadi kecanduan handphone, kecanduan gadget, dan semua fitur yang ada didalamnya termasuk kecanduan sosial media, game dan sebagainya.

Media sosial juga dapat membuat masalah psikologis berupa adanya obsesi, ambisi, hingga menipu diri sendiri. Banyak orang yang pada akhirnya memiliki obsesi melakukan atau mendapatkan sesuatu hanya karena melihat orang lain mendapatkannya di media sosial.

DOPAMIN

Kita tahu bahwa ketika kita menggunakan media sosial dan gadget/ handphone kita, maka otak kita akan memproduksi dopamin, itulah sebabnya ketika kita menerima pesan singkat (SMS), begitu terasa enak dan mengasyikkan.

Karena itu, ketika kita sedang sendirian dan merasa kesepian, biasanya kita akan mengirimkan pesan pada 10 teman kita dengan kata-kata yang sama (broadcast). Terkadang hanya berisi kata-kata: "hai..hai.." saja, dan kita kirim kepada banyak teman kita sekaligus. Dan jika pesan singkat (SMS) kita direspon dan dibalas kita akan merasa enak, nyaman dan asik.

Begitu juga ketika kita mendapatkan banyak like (suka) pada status media-media sosial kita, dan sering kali kita menghitung-hitung berapa banyak like, share dan komen yang didapatkan, bahkan dapat membuat kita melihatnya kembali status itu sampai berkali-kali.

Dan ketika instagram, facebook, twitter kita mulai mendapatkan respon yang kurang, maka kita akan merasa seperti ada yang salah, atau merasa teman-teman kita di sosial media tidak menyukai kita lagi. Sebagaimana perasaan seorang anak kecil yang merasa tidak ada lagi yang ingin berteman dengannya.

Ketika kita mendapatkan respon dari pesan singkat dan status-status media sosial kita, mendapatkan like, komen dan share, otak kita akan memproduksi DOPAMIN, dan karena itulah perasaan yang kita dapat dari tanggapan atas sms, status-status medsos tadi, perasaan suka, senang, gembira, enak dan asik, inilah alasannya mengapa kita sering melihat kembali status-status media sosial itu sampai berulang-ulang.

Dopamin merupakan cairan yang sama, yang muncul ketika seseorang merokok, minum-minuman keras dan berjudi. Dengan kata lain, hal itu sangat-sangat membuat kita kecanduan. Kita memang memiliki larangan  untuk merokok, berjudi dan minum-minuman keras (alkohol), namun kita tidak memiliki larangan untuk menggunakan media sosial dan gadget/ handphone.

Itulah yang terjadi, generasi kita dapat mengakses hal yang membuat kita kecanduan, yaitu cairan dopamin lewat media sosial dan Gadget/ handphone. Yang terjadi disini adalah karena kita memberikan akses untuk Dopamin lewat media sosial dan gadget kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline