Lihat ke Halaman Asli

David F Silalahi

TERVERIFIKASI

..seorang pembelajar yang haus ilmu..

"Insentif Pulsa", Bentuk Dukungan Nyata Merdeka Belajar

Diperbarui: 15 Agustus 2020   07:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (toddlers.me)

Merdeka Belajar merupakan jargon dari Mas Menteri Nadiem. Konsep ini mendorong proses belajar dilaksanakan dengan bahagia. Namun sebelum konsep ini diterapkan datanglah pandemi Covid-19, sehingga semua beralih pada belajar daring dan esensi bahagia sulit didapatkan. 

Kritik dan keluhan terjadi dimana-mana karena memang serba gugup dan tidak ada yang siap. Namun pelan-pelan diperbaiki. Belakangan sudah diterbitkan kurikulum yang bisa digunakan selama masa pandemi ini.

Oke, kurikulum ada, namun masyarakat mulai kewalahan untuk menyediakan pulsa untuk membeli data internet. Bagaimana bahagia belajar dan mengajar jika masih pusing memikirkan pengeluaran yang bertambah.

Adanya rencana pemberian subsidi pulsa ini laksana air penyiram dahaga. Sense of crisis-nya dapat nih. Good move!

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengungkapkan bahwa subsidi pulsa bagi para tenaga pengajar dan murid akan mulai diberikan bulan depan, September 2020. 

"Betul (subsidi pulsa untuk dukung pembelajaran jarak jauh) long distance electronic learning, diharapkan penyesuaian DIPA bisa segera selesai dan mulai digulirkan September," ujar Johnny kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

# Subsidi pulsa bukan hal baru

Sebetulnya subsidi pulsa bukan hal baru, banyak Dinas Pendidikan, Kampus, atau Sekolah yang sudah menerapkannya. Tergantung kemampuan keuangan masing-masing.

Misalnya, Universitas Muhammadiyah Surabaya sejak April memberikan subsidi pulsa kepada mahasiswanya sebesar Rp.200 ribu per bulan, khusus bagi mahasiswa sarjana.

Dinas Pendidikan Kota Tangerang memberikan bantuan subsidi pulsa kepada 8.146 pelajar negeri maupun swasta di Kota Tangerang yang terdampak Covid-19. Subsidi pulsa sebesar Rp.50 ribu diberikan pada tiap pelajar. Meski tidak besar, namun sangat menolong di kondisi ekonomi sulit saat ini.

Meski bukan hal baru, namun terobosan ini sangat positif. Dengan dijadikan program nasional, tentu sangat baik untuk kesinambungannya. Bisa jadi yang menerapkan duluan, yang mungkin mulai kehabisan dana anggaran, akan bisa meneruskan dengan adanya tambahan anggaran pusat. Adanya bantuan pulsa ini akan meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama para pendidik dan orangtua anak didik nya. 

# Survey membuktikan besarnya pengeluaran pulsa

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline