Lihat ke Halaman Asli

Hendrikus Dasrimin

TERVERIFIKASI

Scribo ergo sum (aku menulis maka aku ada)

Lakukan 3 Model Supervisi Ini untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran

Diperbarui: 29 September 2022   01:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi guru menerapkan tiga model supervisi untuk tingkatkan mulu pembelajaran. Sumber: Antara Foto/Novrian Arbi via Kompas.com

Menurut Wiles (1987) supervisi pendidikan adalah segenap bantuan yang diberikan oleh seseorang dalam mengembangkan situasi belajar mengajar di sekolah ke arah yang lebih baik. 

Melalui teori yang diungkapkan oleh Wiles diatas, dapat dilihat bahwa supervisi adalah berpusat pada suatu pengembangan dan tentunya kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Supervisi ini sendiri memiliki tujuan yang sangat penting bagi suatu perubahan khususnya dilingkungan sekolah sebagai tempat formal dalam menuntut ilmu pengetahuan bagi peserta didik.

Dalam dunia pendidikan, sekolah ataupun para pegawainya pasti menginginkan suatu perkembangan, dan perkembangan tersebut hanyalah bisa diciptakan apabila pendidik sebagai pengajar maupun kepala sekolahnya dapat berpastisipasi dengan baik dan menokohkan dengan baik karakter mereka sebagai pedoman bagi para peserta didik dalam menerima ilmu pengetahuan baru. 

Dengan mengharapkan suatu perkembangan, pendidik maupun kepala sekolah yang merupakan objek penting dari kegiatan supervisi ini harus siap dengan adanya penilaian tentang kinerja mereka selama mengajar di dalam kelas. 

Penilaian inilah yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan sekolah tersebut, apakah dilihat dari metode pembelajarannya, media pembelajaran yang digunakan, maupun pendekatan yang dilakukan oleh pendidik agar bisa merubah peserta didik seperti yang dijelaskan dalam tujuan pendidikan itu sendiri yaitu bisa memanusiakan manusia, artinya pendidik sebagai pengajar mampu merubah dengan baik prilaku maupun mental peserta didik agar menjadi lebih baik lagi.

Pendapat lain mengatakan bahwa supervision is what school personal do with adults and things to maintain or change the school operation in ways that directly influence the teaching process employed to promote pupil learning. Supervision is a major function of the school operation, not a task or specific job or a set of technique (Harris, 1975, dalam Sergiovanni and Starrat, 1979). 

Teori tersebut memberikan pengertian bahwa supervisi adalah proses yang dilakukan oleh personil sekolah dengan tujuan dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Peningkatan ini sendiri merupakan tujuan dari supervisi pendidikan, seperti yang diungkapkan oleh Sergiovanni dan Starrat (1979) tentang tujuan khusus supervisi yakni untuk mengembangkan "setting" belajar mengajar yang lebih baik secara kooperatif.

Dalam penerapannya di dunia pendidikan, supervisi memiliki beberapa model pengembangan yang disebut dengan model supervisi pendidikan, dalam sebuah buku yang berjudul supervisi pendidikan dan pengajaran oleh Burhanuddin, dkk (2005) mengatakan ada 3 model atau pendekatan dalam supervisi pedidikan dan pengajaran ini, yaitu: pendekatan atau model supervisi ilmiah, artistik, dan klinik. 

Berikut beberapa penjelasan mengenai model-model supervisi pendidikan serta orientasinya dalam proses pengajaran.

1. Model dan pendekatan Supervisi Ilmiah

Model supervisi ilmiah dalam supervisi pengajaran diartikan sebagai sebuah science atau ilmu pengetahuan dengan demikan pengadaan perubahan pada supervisi ilmiah ini tentunya menggunakan metode-metode ilmiah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh supervisor guru dalam meningkatkan dan mengupayakan perbaikan pengajaran yaitu dengan memperhatikan beberapa pendekatan ilmiah berikut ini:

  • Mengimplementasikan hasil temuan para peneliti.
  • Bersama-sama dengan peneliti mengadakan penelitian dibidang pengajaran dan hal-hal lain yang menyangkutpaut dengannya.
  • Menerapkan metode ilmiah dan mempunyai sikap ilmiah dalam menentukan efektifitas pengajaran

2. Model dan pendekatan Supervisi Artistik

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline