Lihat ke Halaman Asli

Danny Prasetyo

Seorang pendidik ingin berbagi cerita

Resolusi, antara Wacana dan Tindakan

Diperbarui: 2 Januari 2020   15:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

via Indiana Ekspress

"Resolusi tahun 2020, saya akan ...." Pernyataan tersebut seolah menjadi hal wajib bagi  sebagian orang ketika mentup akhir tahun dan kemudian menatap optimis pada tahun berikutnya. 

Kata resolusi sendiri sudah mengalami pengembangan karena jika mengacu pada kbbi online maka memiliki arti putusan atau kebulatan pendapat berupa tuntutan yang ditetapkan oleh rapat, maka sekarang ini seolah menjadi milik pribadi atau personal setiap orang. 

Resolusi tidak lagi menjadi suatu kesepakatan atau mufakat dari beberapa orang saja, namun berkembang bahwa kita juga menuntut diri sendiri untuk mengembangkan diri agar lebih baik lagi di tahun mendatang. 

Seringkali kita membuat resolusi tanpa memikirkan bagaimana rencana detailnya dan apakah kita sebenarnya memiliki komitmen untuk menyelesaikannya. 

"Resolusi saya di tahun 2020 adalah menyelesaikan resolusi yang sudah saya buat pada tahun 2017 dan 2018." Pernyataan ini dilontarkan oleh salah seorang rekan saya menjelang akhir tahun lalu dan sebenarnya menjadi pengingat buat kita yang sering membuat resolusi demi resolusi tiap akhir tahun namun kemudian tidak menyelesaikannya dengan baik. 

Belum selesai menyelesaikan resolusi tahun itu, tanpa sadar sudah berada di akhir tahun dan kemudian membuat resolusi yang baru seolah resolusi tahun sebelumnya sudah tidak penting lagi dilakukan (padahal baru setengah atau bahkan tidak dilakukan sama sekali). 

Apakah membuat suatu resolusi menjadi suatu yang salah sehingga lebih baik kita tidak usah membuat resolusi dan akhirnya juga tidak memiliki rencana di tahun mendatang? 

Memiliki suatu resolusi justru sebenarnya kita memiliki optimism akan masa depan, dan juga rencana yang akan kita kerjakan  atau Bahasa kerennya ada visi yang dipunyai. 

Seperti kata pepatah, ikan yang hanya mengikuti arus dan mengalir saja bukan ikan yang hidup, maksudnya ialah kita harus memiliki rencana yang kita harus kerjakan di masa mendatang, sehingga itulah bekal kita menatap masa depan. 

Resolusi dapat diartikan memiliki rencana yang akan kita kerjakan pada masa mendatang dengan berpatokan pada apa yang menjadi kegelisahan atau evaluasi kita terhadap apa yang telah kita kerjakan pada tahun sebelumnya. 

Berjalan dari resolusi kepada resolusi berikutnya sebenarnya hal yang tepat jika memang itu adalah suatu kesinambungan satu dengan lainnya atau dengan kata lain dari setiap tahun resolusi kita berhubungan. Salah satu contoh resolusi yang saya pernah buat dan belum kesampaian ialah pada tahun 2017 saya akan menulis minimal 2 tulisan dalam satu minggu, sehingga jika dihitung kasar maka seharusnya saya dapat menghasilkan kurang lebih 100 tulisan atau artikel selama setahun. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline