Lihat ke Halaman Asli

Nur Terbit

Pers, Lawyer, Author, Blogger

Mengatasi Kecemasan Saat Virus Corona Mampir di Keluarga Kami

Diperbarui: 25 Juli 2021   01:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Thumbnail konten video keluarga saat Idul Adha di channel YouTube Nur Terbit (foto Nur Terbit)

Bagaimana perasaan Anda saat menerima kabar duka -- apalagi menimpa anggota keluarga sendiri -- disertai dengan statistik jumlah kematian, info keterbatasan kuota RS, dan lain-lain?

Itulah yang saya alami belakangan ini. Laman media sosial saya: mulai dari akun Facebook, Instagram, Twitter hingga WhatsApp, penuh dengan postingan dan kiriman berita duka. Saya mencoba untuk tetap tegar. Apalagi jika hal itu dialami oleh keluarga sendiri.

Betul kata admin Kompasiana. Dalam pengantar TOPIK PILIHAN : ATASI KECEMASAN BERLEBIH, Kompasiana 8 Juli 2021, admin menulis begini :

"Tak bisa dipungkiri bahwa kabar-kabar duka juga memengaruhi kesehatan mental kita. Menjadi ekstra cemas, takut berlebihan, sedih terus-menerus, hingga mungkin sulit tidur, dan mengganggu keseharian kita".

Begitulah suasana hati keluarga kami. Ini karena ada yang berhasil tertolong setelah dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri di hotel, isolasi sendiri di rumah hingga yang tak sempat lagi mendapatkan ruang ICU.

Baca Juga : Jangan Ngeyel ! Kesaksian Pasien Covid

Mereka selain karena teman dekat dan kerabat, tetangga, juga beberapa anggota keluarga terpapar Covid19. Di mulai dengan anak, besan, kini anak menantu. Mereka semua dinyatakan positif setelah melalui beberapa pemeriksaan.

Antara lain PCR, atau singkatan dari "polymerase chain reaction". PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus.

Ada yang berhasil tertolong setelah dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri di hotel, isolasi sendiri di rumah hingga yang tak sempat lagi mendapatkan ruang ICU.

Dimulai Dari Anak Sendiri Positif

Thumbnail konten video di channel YouTube Nur Terbit saat anak diisolasi mandiri di hotel (foto Nur Terbit)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline