Lihat ke Halaman Asli

Ignasia Kijm

Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Thai Alley, The Real Taste of Thailand

Diperbarui: 12 Maret 2016   20:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Nikmati petualangan kuliner Thailand bersama Thai Alley (Photo Credit: Rahab Ganendra)"][/caption]Rindu Thailand? Atau ingin merasakan keajaiban yang ditawarkan Thailand? Thai Alley mengajak Anda menjelajahi rasa otentik makanan Thailand. Dijamin perut dan hati terpuaskan dengan bahan-bahan berkualitas.

Sawaddi Kha!

Pada 5 Maret 2016 lalu Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) menghadiri  KPK Gerebek 21 di Thai Alley, Pacific Place 5th Floor. Selain mencicipi kelezatan kuliner khas Thailand, ada beberapa games seperti livetweet competition dan instagram photo competition untuk mengakrabkan peserta. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti acara yang diadakan KPK. Memasuki restoran Thai Alley, pemandangan pertama yang dijumpai adalah gerobak penjual minuman. Konsep open air membuat suasana terasa santai.

[caption caption="Menyeruput Thai Tea yang menyegarkan (Foto: dokumentasi pribadi)"]

[/caption]Kami disambut oleh Marketing Executive Thai Alley Ambar Arum. Di meja telah terhidang minuman selamat datang yaitu Thai Tea. Es teh dengan campuran susu yang sangat menyegarkan diri di tengah udara Jakarta yang cukup panas siang itu.  Thai Tea ini sangat populer, tidak hanya di Thailand, juga di negara Asia Tenggara lainnya termasuk Indonesia. Ketika mengetahui minuman yang ada di depan mata adalah Thai Tea, awalnya saya tidak berminat menyentuh. Pasalnya saya sendiri sebenarnya tidak menyukai aroma susu, rasa penasaran mendorong mencicipinya. Saya cukup terkejut sebab rasa susunya tidak terlalu dominan. Tak hanya itu Thai Tea ini tidak terlalu manis, sesuai dengan lidah saya.

Setelah minum Thai Tea, tubuh ibarat ponsel yang selesai diisi baterai. Siap menerima pemaparan mengenai Thai Alley. Ambar menjelaskan, pendirian Thai Alley terinspirasi oleh suasana di pinggiran jalan Bangkok, ibukota Thailand. Ketika itu founder Thai Alley yang gemar travelling berkunjung ke Bangkok dan menemukan the real taste of Thailand justru datang dari pinggir jalan. “Tastenya lebih nendang ketika makan di pinggir jalan,” tutur Ambar.

Experience itulah yang dibawa ke Jakarta. Thai Alley berdiri tahun  2012. Saat itu di Jakarta belum ada model restoran Thailand yang casual seperti Thai Alley. Beberapa restoran Thailand mengusung konsep fine dining. Tamu yang datang harus berpakaian rapi. Berbeda dengan para tamu yang bertandang ke Thai Alley bebas mengenakan pakaian apapun. Bahkan ada beberapa tamu yang terlihat memakai sandal.

[caption caption="Thai Alley menawarkan konsep street food (Foto: dokumentasi pribadi)"]

[/caption]Selain itu Thai Alley menawarkan  konsep street food. Konsep  itu semakin kuat dengan  interior ala street, seperti  tiang listrik, pagar kawat, hingga meja dan kursi dari kayu vintage. Menurut Ambar, ornamen-ornamen itu sengaja ditampilkan untuk memberi nuansa street. Termasuk bahan-bahan dasar makanan di Thai Alley dan para chef didatangkan dari Thailand untuk menjaga keotentikan taste  Thailand. Ambar menyampaikan, menu unggulan di Thai Alley pastinya Tom Yam yang  sangat populer. Best seller lainnya adalah Pad Thai. “Tidak ada rasa yang berbeda antara satu outlet dengan outlet lainnya karena  bahan-bahan dan standar memasak sudah disamakan,” ujar Ambar.

[caption caption="Si kecil bisa menikmati santapan bersama keluarga dengan baby feeding chair yang disediakan Thai Alley (Foto: dokumentasi pribadi)"]

[/caption]Kami menyaksikan tamu yang datang tidak hanya berasal dari keluarga, juga ada sekelompok orang dalam lingkaran pertemanan. Thai Alley menyediakan ruangan berkaca yang dapat diisi dengan acara yang lebih privat, misalnya ulang tahun atau kumpul keluarga. Anda yang membawa balita tak perlu khawatir sebab Thai Alley menyediakan baby feeding chair.

[caption caption="Thai Alley juga menyediakan menu untuk si kecil (Foto: dokumentasi pribadi) "]

[/caption]Tentunya si kecil bisa menikmati santapan bersama keluarga karena Thai Alley menyiapkan menu Deknoi Kids Meal, free toy for every purchase. Jam operasional Thai Alley adalah pukul 10.00-22.00. Dengan demikian cocok dijadikan santap siang, santai sore, atau santap malam. Dilengkapi dengan jaringan wifi yang lancar, Thai Alley juga cocok dijadikan lokasi pertemuan bisnis. Terlebih letaknya di tengah kota Jakarta yang mudah diakses dari segala penjuru.

Pedas dan Asam

Ketika pertama kali travelling ke Bangkok pada Juni 2014, saya terpikat dengan rasa kuliner Thailand yang didominasi rasa pedas dan asam. Tak asing di lidah saya. Saat itu saya mencicipi Kaao Raad Gaeng (nasi kari dengan sayur dan lauk). Walaupun dijajakan di kios pinggir jalan, rasanya sungguh menggoda. Apalagi ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Selain itu makanan favorit saya selama menghabiskan liburan empat hari tiga malam di Bangkok adalah Khao Niew Mamuang (mango sticky rice). Meskipun terasa aneh ketan dimakan bersama mangga, sampai sekarang jejak rasanya masih tertinggal. Gurih dan manis berpadu menjadi rasa yang aduhai.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline