Lihat ke Halaman Asli

Martha Weda

TERVERIFIKASI

Mamanya si Ganteng

3 Hal Cara Mencegah Anak Pacaran Sebelum Waktunya

Diperbarui: 19 November 2022   02:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak pacaran (THINKSTOCK via Kompas.com) 

Masa remaja saya dulu sama saja dengan remaja pada umumnya. Ada saja remaja putra yang suka dan curi-curi dekat. 

Karena zaman itu belum ada gawai, saya juga terima surat cinta pertama. Waktu itu saya baru kelas 2 SMP. Pengirim surat cinta pun seorang adik kelas. Lucu kalau ingat kembali. 

Zaman saya remaja, orangtua saya cukup strict perihal pacaran. 

Sejak awal sudah diwanti-wanti tidak boleh pacaran hingga lulus SMA. Hingga akhirnya tidak ada satu pun dari kami empat bersaudara yang berani (terlihat) pacaran. Entah kalau pacaran diam-diam. 

Saya sendiri patuh pada aturan tersebut. Sekalipun orangtua saya bukan tipe orangtua galak, tetapi saya tetap tidak berani melanggar. 

Apakah kemudian saya tertekan dengan aturan itu? Sama sekali tidak! 

Saya bahkan bersyukur atas aturan tersebut. Oleh karena aturan ketat dari orangtua, saya tidak punya pikiran macam-macam. Fokus hanya belajar. 

Saya baru mulai mengenal pacaran di tahun-tahun akhir perkuliahan. Menjalin hubungan satu tahun dengan seorang kakak kelas, berujung kena ghosting, wkwkwk... 

Saat ini saya memiliki satu anak laki-laki usia remaja. Kini duduk di kelas 8.

Bagaimana saya menghadapi gejolak remaja yang masih labil dan mencegahnya untuk tidak pacaran di usia remaja? Dalam situasi dimana sudah ada beberapa teman-temannya yang berpacaran. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline