Lihat ke Halaman Asli

Benedikta Nyoman Putri

Universitas Pendidikan Ganesha

Materi Kimia Kelas XI - Titrasi Asam Basa

Diperbarui: 1 Juli 2023   18:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadar suatu zat dalam larutan perlu diketahui untuk dapat digunakan dalam berbagai keperluan, misalnya kandungan asam hipoklorit (HClO) dalam pemutih pakaian, asam benzoat (C6H5COOH) dalam desinfektan, asam format (HCOOH) dalam formalin untuk tekstil, kandungan basa dalam obat maag, hingga kandungan oksigen dalam perairan. Salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan adalah metode titrasi. Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi, titrasi dapat dibagi menjadi 3 yaitu titrasi asam-basa (penetralan), titrasi pengendapan, dan titrasi redoks.

Kandungan asam atau basa dalam makanan dapat ditentukan dengan titrasi asam-basa. Asam asetat (CH3COOH) yang merupakan asam lemah dapat dititrasi dengan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) yang merupakan larutan standar basa kuat.

Pengertian Titrasi Asam-Basa

Titrasi asam-basa adalah metode analisa kimia untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa berdasarkan reaksi netralisasi. Dalam proses titrasi, ke dalam buret ditambahkan larutan standar yang selanjutnya dititrasi ke dalam larutan yang dianalisis (analit). Penambahan larutan standar ke dalam larutan analit dilakukan sedikit demi sedikit hingga terjadi reaksi yang sempurna disebut dengan titik ekuivalen. Titik ekuivalen terjadi apabila secara stoikiometri jumlah mol asam dan basa habis bereaksi yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada larutan yang dianalisis. Perubahan warna disebabkan oleh adanya larutan standar atau larutan indikator yang ditambahkan sebelum titrasi.

Titrasi dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna yang disebut titik akhir titrasi. Hasil titrasi yang tepat dapat diperoleh apabila selisih antara titik akhir titrasi dengan titik ekivalen sangat kecil meskipun dalam praktiknya titik akhir titrasi hampir selalu tidak sama dengan ekuivalen yang menyebabkan ralat hitung. Hal ini disebabkan karena pada saat titik ekuivalen, indikator memberikan perubahan warna yang tidak tepat. Dengan demikian, pemilihan indikator yang tepat akan memberikan perubahan warna di sekitar titik ekuivalen, sehingga hasil titrasi akan mendekati sebenarnya.

Perangkat Titrasi

Dalam proses titrasi, alat-alat kimia utama yang biasa digunakan adalah sebagai berikut.

1. Buret

Buret berfungsi sebagai tempat titran (larutan standar) dan untuk mengukur volume titran yang ditambahkan ke larutan sampel. Buret memiliki skala yang memungkinkan pembacaan volume dengan tingkat akurasi tinggi.

2. Statif dan klem

Statif dan klem berfungsi untuk menyangga buret selama proses titrasi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline