Lihat ke Halaman Asli

Belia Amanda

Mahasiswa

Pola Asuh Tepat Menghasilkan Karakter Anak Usia Dini yang Kuat

Diperbarui: 13 Juni 2023   15:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

PENDAHULUAN

Dalam rangka membangun anak Indonesia sehat, cerdas dan berkualitas tentunya dimulai
dari keluarga yang sejahtera. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2021 Presiden Republik Indonesia mengatakan bahwasanya di tengah keluarga sejahtera akan lahir generasi yang sehat dan cerdas (Doni, 2021). Dukungan penuh juga optimal dari keluarga terhadap perkembangan anak akan memunculkan bibit-bibit agen perubahan yang dapat memperkenalkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah,keluarga maupun di lingkungan masyarakat luas (Dirjen Pembinaan PAUD & YPCII, 2020).


Jika dilihat dari kondisi saat ini, pendidikan dalam keluarga mulai mengalami penurunan
yang mana terlihat dari banyaknya lembaga-lembaga pendidikan anak untuk mengembangkan diri yang melayani pada semua jenjang usia. Melihat banyaknya lembaga-lembaga pendidikan anak
usia dini yang menyediakan pendidikan anak mulai dari usia 0 hingga 6 tahun dengan program taman penitipan anak , adanya kelompok bermain , dan juga program pada taman kanak-kanak lainnya. Dengan maraknya program-program lembaga pendidikan nonformal diatas akan
membantu orang tua dalam mengembangkan diri anak, khususnya bagi mereka orang tua yang bekerja dan kurang memiliki waktu bersama anak. Namun, tentunya hal ini juga dapat memberi sedikit banyaknya pengaruh pada hubungan anak dengan orang tua mereka. Selain itu,menurunnya pendidikan keluarga juga ditandai dengan banyaknya anak yang sulit dikendalikan, tidak punya sopan santun, berbicara kotor dan tidak sesuai tempatnya, serta perilaku menyimpang lainnya yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada di tengah masyarakat kita.

Pendidikan merupakan faktor utama dalam upaya pembentukan karakter manusia.
Pendidikan sangatlah berperan penting dalam membentuk baik dan buruknya karakter manusia menurut ukuran normatif. Namun jika dikaji menurut sisi lain, proses perekembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan sekolah atau pendidikan formal saja. Karena manusia pada dasarnya selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan juga masyarakat. Ketiganya
kerap kali disebut sebagai tripusat pendidikan (Susilo, (2016: 24).

KPAI telah menangani 1885 kasus pada semester pertama pada tahun 2018. Terdapat 504 anak jadi pelaku pidana, dari mulai pelaku narkoba, mencuri, hingga kasus asusila menjadi kasus yang paling banyak (Sumber: Detik.com). Berdasarkan uraian diatas, tentu kondisi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Hal ini harus menjadi perhatian khusus berbagai pihak.

Pola asuh adalah pola pengasuhan orang tua terhadap anak, yaitu bagaimana orang tua dalam memperlakukan anak, mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak dalam mencapai proses kedewasaan anak sampai dengan membentuk perilaku anak sesuai dengan norma
dan nilai yang baik sesuai dengan kehidupan masyarakat. Anak usia dini merupakan anak yang berumur 0-6 tahun yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan fundamental pada awal-awal tahun kehidupannya. Dimana perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah
yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Oleh karena itu, kualitas perkembangan anak di masa depannya sangat ditentukan stimulasi yang diperoleh sejak dini oleh orangtuanya ( Khadijah, 2016: 11).

Anak usia dini belajar dengan melihat, meniru dan menilai akan mengambil apapun yang
ada di lingkungan terdekatnya. Orang tua sebagai sosok yang dianggapnya hebat baik secara sadar maupun tidak sadar perilakunya akan diresapi, ditiru, dan direkam oleh anaknya dan kemudian menjadi kebiasaan anak sehingga dibutuhkan pola asuh yang tepat dan sesuai dengan anak.

Banyak karakter anak usia dini yang tidak sesuai dengan norma yang ada bahkan
menyimpang, disebabkan oleh pola asuh yang kurang tepat dalam pembentukan karakter anak usia dini. Sehingga ini menjadi penting untuk dibahas agar penerapan pola asuh yang tidak tepat dapat diatasi demi keberlangsungan perkembangan optimal pada anak usia dini. Dengan begitu, dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan tentang pola asuh yang tepat diterapkan pada anak usia dini oleh orang tua agar anak usia dini dapat memunculkan
karakter yang bernilai positif .

PEMBAHASAN

A. Konsep Pola Asuh
1. Pengertian Pola Asuh
Secara epistemologi kata "pola" dimaknai sebagai cara kerja, dan " asuh" juga dimaknai
menjaga, merawat, mendidik, membimbing, serta melatih anak menuju suatu kemandirian.
Sedangkan secara terminologi pola asuh sendiri diartikan sebagai suatu cara paling baik
yang dijalankan oleh orang tua anak usia dini dalam mendidik anak sebagai bentuk
tanggung jawabnya sebagai orang tua kepada anak ( Arjoni, 2017).Selain itu, pola asuh
didefinisikan juga sebagai pola pengasuhan orang tua terhadap anak, yaitu bagaimana
orang tua tersebut memperlakukan anak, mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak dalam mencapai proses kedewasaan sampai dengan membentuk perilaku anak sesuai dengan norma dan nilai yang baik dan sesuai dengan kehidupan masyarakat yang ada di sekitar.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, kita dapat memaknai pola asuh itu sebagai cara
orang tua dalam mendidik dan membimbing anak. Pola asuh menjadi hal yang sangat
penting bagi orang tua dalam mengasuh dan mendidik anaknya dengan menetapkan batas
kontrolnya. Anak- anak memiliki karakter yang baik jikalau mendapatkan pola asuh yang
tepat. Oleh karena itu, orang tua sebagai nahkoda dalam keluarga haruslah bijak dalam
memenuhi tanggung jawabnya ini. Setiap orang tua pastinya memiliki sikap-sikap tertentu yang digunakan dalam membimbing dan mengarahkan anaknya. Dan juga kualitas
hubungan antara orang tua khususnya ibu dengan anak memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Dengan adanya peran baik dari dalam dapat memberikan pengaruh yang baik juga pada perkembangan anak mereka nanti ( Malik, dkk,2017).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline