Lihat ke Halaman Asli

Capim KPK dengan Catatan Negatif

Diperbarui: 24 Agustus 2015   07:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Gambar : Detik.com

 

Proses seleksi calon pimpinan KPK sudah memasuki fase akhir yakni menyisakan 19 orang ditangan pansel, seperti yang diumumkan oleh Pansel KPK, dan proses Wawancara dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 24-26 Agustus 2015 yang akan datang, dan akan dikerucutkan menjadi 8 nama kandidat, sebagai hasil akhir yang akan disampaikan kepada Presiden Jokowi untuk kemudian dikirimkan ke DPR untuk proses Fit and Proper Test lebih lanjut.

Dari aspek adminstrasi, ke 19 orang calon pimpinan tersebut terindikasi 10 orang yang memiliki rekam jejak negatif antara lain :

  1. Kandidat dengan rekam transaksi yang mencurigakan

Berdasarkan Laporan PPATK, ada dua calon yang memiliki rekam transaksi yang mencurigakan berupa pemasukan uang lebih dari Rp 500 juta untuk satu transaksi. Destry Damayanti, Ketua Pansel KPK, mengatakan : “Memang kami mendapatkan laporan dari PPATK ada dua orang yang transaksinya mencurigakan, namun dua orang kandidat tersebut jangan langsung ‘divonis bersalah’, karena kami akan melakukan penelusuran dan konfirmasi”, ujar Destry.

 

  1. Kandidat yang belum bayak Pajak Moge

Berdasarkan laporan Indonesia Corruption Watch (ICW), ada 10 kandidat pimpinan KPK memiliki catatan negatif, salah satunya telat membayar pajak kendaraan pribadi, berupa mobil mewah dan MOGE, yang terindikasi dari pelat nomor kendaraan tersebut, yang seharusnya pajak tersebut sudah dibayar, tetapi faktanya adalah belum. Diharapkan secara teknis Pansel KPK dapat melakukan pengecakan dan mengkonfirmasi hal ini.

 

  1. Kandidat dengan ijazah dari Universitas bermasalah

ICW, juga melaporkan adanya satu kandidat yang memiliki ijazah dari sebuah perguruan tinggi bermasalah. Hal ini juga perlu dilakukan pengecekan oleh Pansel KPK dan mengkonfirmasikan kepada kandidat yang bersangkutan dan fihak terkait lainnya.

  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline