Lihat ke Halaman Asli

Aunia ShifniElwardah

Mahasiswa Konseling yang menyambi sebagai penulis amatiran

Kognisi Sosial

Diperbarui: 8 Juni 2021   16:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memahami Apa yang Dimaksud Kognisi Sosial (unsplash/aaron-burden)

Kognisi berasal dari bahasa latin cognoscere yang memiliki arti megetahui. 

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kognisi adalah kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri. 

Namun dalam istilah lain kognisi adalah sesuatu yang didapatkan oleh seseorang karena proses berpikir tentang sesuatu atau bahkan seseorang.

Menurut pandangan Barn dan Byne kognisi sosial merupakan cara individu untuk mengingat, menganalisa dan menggunkan informasi yang diterima dari peristiwa-peristiwa sosial. Bagaimana cara individu memahami, mengetahui, dan menganalisi lingkungan dan peristiwa yang terjadi menggunakan kemampuan berpikir atau intelegensinya.

Baca juga : "Dari Interaksi Berlangsung Kognisi" Lev Vygotsky

Di dalam kognisi sosial ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan, yang mempengaruhi proses terjadinya kognisi. Konsep merupakan kemampuan berpikir yang mengkategorikan sesuatu atau sebuah objek tertentu. 

Contohnya adalah jeruk, apel, semangka yang masuk ke dalam konsep buah-buahan; atau handphone, laptop, mesin cuci yang masuk ke dalam konsep gadget. 

Yang kedua adalah konsep dasar, konsep dasar adalah sebuah konsep yang memiliki klasifikasi pertengahan atau tidak lebih sedikit ataupun lebih banyak. Contohnya adalah lingkaran, yang mana lingkaran tersebut memiliki makna yang lebih merujuk di bandingkan dengan konsep bentuk; atau makalah merupakan konsep yang lebih sederhana di dandingkan dengan konsep karya tulis ilmiah.

 Elemen penting selanjutnya adalah prototipe, yaitu sesuatu yang menganalisa dan membandingkan sesuatu apakah sesuatu itu layak untuk masuk kategori konsep tertentu atau tidak. Cara untuk mensortir dalam kategori konsep itu menggunakan prototipe. 

Baca juga : Proses Kognisi Manusia Menurut Teori Piaget

Sebuah konsep tidak akan bisa berdiri sendiri dan membentuk sesuatu yang mudah dipahami, karena konsep yang hanya disimpan pada mental tidak akan berguna. Cara yang digunakan untuk menghubungkan beberapa konsep tersebut adalah menggunakan proposisi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline