Lihat ke Halaman Asli

Arnold Adoe

TERVERIFIKASI

Tukang Kayu Setengah Hati

Juara, Anthony Ginting Pasti Merindukan Kento Momota

Diperbarui: 20 Januari 2020   08:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menjuarai Indonesia Masters 2020.

Anda pasti senang, begitupun saya, tetapi lihatlah Ginting usai meraih gelar juara, santuy saja. Padahal ini gelar pertama Ginting dalam setahun lebih terakhir, karena di 2019, pria kelahiran Cimahi ini nihil gelar.

Sesudah menyalami Andres Antonsen lawannya di final, Ginting hanya sedikit mengangkat tangan, menundukan tubuhnya lalu sudah. Sombong amir?

Kira-kira mengapa Ginting bersikap demikian?

Ada yang menganggap bahwa Ginting memang hanya sedang lelah saja. Pertarungan tiga set, 17-21, 21-15 dan 21-9 memang menguras tenaga kedua pemain, termasuk Ginting tentunya.

Permainan reli panjang, bola dibuang ke belakang lalu tiba-tiba dipindahkan ke depan, lalu ke belakang lagi, memang amat melelahkan. Hanya saja alasan ini tidak dapat sepenuhnya dapat diterima.

Ginting itu berfisik kuat, dia mampu bermain selama apa dengan gaya apa saja akan diladeninya, kecuali dihentikan ketika tiba-tiba kakinya mengalami kram, melepuh dan lain sebagainya, itu saja yang dapat menghentikannya, seperti yang terjadi di beberapa turnamen sebelumnya.

Ada juga yang mungkin menganggap begitulah ekspresi Ginting, datar. Pebulutangkis ini memang tidak seekspresif rekannya Jonathan Christie yang lebih ekspresif. Christie bahkan pernah merobek bajunya, membuka baju memperlihatkan six pack yang membuat kaum hawa histeris.

Ah, Ginting juga membuka baju kok tadi, tapi hanya untuk menggantinya karena sudah basah kuyup akibat keringat. Baiklah mungkin saja begitu, Ginting datar, mungkin saja ada problema rumah tangga. Ah, lebay lagi. 

Akan tetapi di luar itu semua, saya menduga bahwa Ginting sedang merindukan Kento Momota. Pebulutangkis nomor wahid dunia yang harus absen karena kecelakaan usai juara di Malaysia Master lalu.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada Antonsen, rasanya Ginting lebih menginginkan Kento Momota di final daripada Antonsen. Final memang berlangsung seru, tetapi tidak seseru melawan Momota di mana membuat Ginting harus mengeluarkan adrenaline di titik yang maksimal.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline