Lihat ke Halaman Asli

Arnold Mamesah

TERVERIFIKASI

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Surplus Bagus tetapi Defisit Perdagangan Perlu

Diperbarui: 18 Mei 2017   08:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Indonesia Trade and Investment - koleksi Arnold M.

Perdagangan Internasional dan Nilai Tukar Mata Uang

Setiap pertengahan bulan sejak Februari 2017 berita surplus perdagangan selalu muncul dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 15 Mei 2017 BPS mengumumkan surplus perdagangan April 2017 sebesar USD 1.24 Miliar dan selama 2017 gambarannya diberikan pada Peraga-1.

Perdagangan Internasional 2017 - Koleksi Arnold M.

Secara kumulatif, surplus perdagangan 2017 mencapai USD 5.3 Miliar; meningkat jika dibandingkan 4 (empat) bulan pertama 2016 yang mencapai USD 2.65 Miliar. 

Kondisi surplus tersebut didukung dengan trend indeks nilai tukar Rupiah berdasarkan Real Effective Exchange Rate (REER) seperti diberikan pada Peraga-2 beserta pembanding.

inr-cny-idr-reer-index-591ca63aae7e61700a8b4567.png

Sumber informasi : Bank for International Settlement - dengan pengolahan dan indeks April 2015 = 100.l

Dalam 24 bulan terakhir (April 2015 - April 2017) trend indeks Rupiah naik dan dalam masa tersebut kenaikan mencapai 6%; kondisi yang serupa juga terjadi pada India - Rupee sedangkan China - Renminbi turun hingga hampir 9%. Selayaknya dengan perdagangan China yang mengalami surplus, indeks mata uangnya naik. 

Aliran Investasi

Dibalik berita suplus perdagangan tersebut tidak peningkatan yang berarti pada impor barang modal untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri. Hal ini mengindikasikan aliran investasi asing belum menunjukkan peningkatan yang berarti; dapat dilihat pada Neraca Pembayaran Indonesia seperti pada Peraga-3.

aliran-masuk-investasi-asing-591c9b2cd893733c62741c19.png

Sumber informasi : Bank Indonesia - Neraca Pembayaran

Dalam 4 (empat) triwulan sejak triwulan-2 2016 hingga triwulan-1 2017, aliran dana investasi asing (net) yang masuk sebesar USD 3.9 Miliar; bandingkan dengan empat triwulan sebelumnya (triwulan-2 2015 hingga triwulan-1 2016) yang mencapai USD 17.31 Miliar. Sebagai catatan, pada triwulan-4 2016 terjadi arus keluar sebesar USD 9.53 Miliar; ini merupakan signal yang perlu mendapatkan perhatian dan memberikan kesan penurunan ekspektasi atau harapan penanamam modal di Indonesia.

Sementara pertumbuhan utang luar negeri menunjukkan bahwa sektor swasta cenderung lebih mengutamakan pembayaran utang daripada meningkatkan investasi. Gambaran pertumbuhan utang luar negeri diberikan pada Peraga-4.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline