Lihat ke Halaman Asli

Rahasia Menulis Kreatif

Diperbarui: 14 Februari 2019   14:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Saya akan merangkum cerita dari raditya dika yang berjudul rahasia menulis kreatif ini. raditya dika ini ingin menyebarkan ilmunya untuk para pembaca dan buku ini sangat bagus untuk orang yang bercita-cita sebagai penulis. Pasti banyak yang ingin menjadi penulis tetapi karirnya tidak berhasil karena sesuatu, dan inilah rahasianya. Di buku ini terdapat 3 bagian buku yaitu, persiapan sebelum menulis, dasar-dasar menulis kreatif, dan yang terakhir adalah setelah menulis.

Yang pertama kita akan membahas bagian buku yang pertama lebih dahulu yaitu persiapan sebelum menulis. Ia bilang menulis novel dan pembuat skenario film itu diibaratkan seperti lari maraton, karena menurut raditya dika tidak ada seseorang baik jika dia tidak latihan terlebih dahulu. Persiapannya bahkan lebih lama dibandingkan waktu yang dia butuhkan untuk maraton itu sendiri. 

Beberapa pelari bahkan bisa mempersiapkan diri lebih dari enam bulan hanya untuk fit pada saat maraton dimulai. Sama dengan menulis. Proses pembuatan novel atau skenario film yang baik harus ditandai dengan persiapannya lebih lama dibandingkan membuat novel ataupun skenario film terus.

Di bagian pertama buku ini, kalian akan mempelajari apa yang harus dilakukan sebelum menulis. Dari mulai menggali ide, sampai dengan membuat struktur cerita yang baik. Yang pertama adalah menggali ide, rahasianya adalah ide datang dari kegelisahan. Karena pengalaman raditya dika yang berasal dari kegelisahan, ia menjadi punya banyak ide, dan ia seperti curhat lewat bukunya atau filmnya. Untuk membantu kegelisahanmu, tanyakan hal hal ini pada dirimu sendiri,

  • Apa pengalaman paling menyakitkan kamu?
  • Apa yang beberapa hari ini membuat kamu terganggu?
  • Apa yang selalu membuatmu kesal?

Saat kamu menjawabnya, biasanya orang akan langsung mendapatkan banyak ide. Jadi cobalah jujur dan kenali dirimu sendiri dengan baik.

Biasanya di umur 17-21 tahun atau para remaja masalahnya itu cinta pertama, mencari sahabat, diberikan kebebasan oleh orangtua, dan lainnya lalu biasanya di umur 21-25 tahun atau para dewasa yang masih muda masalahnya itu nostalgia masa lalu, membandingkan pekerjaan dengan pekerjaan lain.

Merasa ragu apakah pilihan jurusan kuliah dan kariernya benar, dan yang lainnya, lalu yang terakhir di umur 50-60 tahun atau para paruh baya yang biasanya masalahnya itu ingin merasa muda kembali, merasa banyak mimpi yang belum  terpenuhi, keinginan untuk memilik banyak waktu bersama keluarga, dan lainnya.

Yang kedua adalah, mengubah ide menjadi premis. Premis adalah intisari kalimat dalam satu kalimat saja. Rumus premis itu adalah premis =  karakter utama + tujuan + halangan. Contohnya film dari raditya dika yaitu cinta brontosaurus, permisnya adalah seorang penulis yang percaya bahwa cinta itu bisa kadaluarsa ingin punya pacar, tetapi dia harus membuktikan apa yang dipercayai selama ini salah. 

Menciptakan karakter,

 Bagaimana cara menciptakan karakter yang baik? Pertamatama, kita harus kenal dulu dengan karakter yang akan kita ciptakan. Kita tidak boleh hanya memberikan dia nama dan jenis kelamin, namun kita harus menciptakan personality untuk karakter ini. 

Kita harus menciptakan kepribadian yang unik. Kita harus membuat dia istimewa. Luangkanlah banyak waktu untuk mengembangkan karakter yang kamu punya.   Semakin kamu kenal, akan semakin mudah menulis dialog mereka, semakin

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline