Lihat ke Halaman Asli

Arifin BeHa

TERVERIFIKASI

Wartawan senior tinggal di Surabaya

Catatan Perjalanan (3), Rabi'ah al-Adawiyah Puncak Cintanya untuk Allah

Diperbarui: 15 Maret 2018   17:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Makam Rabi'ah al-Adawiyah di Jerusalem, lokasinya turun-naik dalam lorong (Foto:ABH)

"Jika aku menyembah-Mu karena takut api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya. Tetapi jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu."

***

Suatu waktu Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda. "Di antara hamba-hamba Allah ada hamba yang bukan nabi, bukan pula syuhada. Tetapi kelak pada hari kiamat, para nabi dan syuhada cemburu terhadap kedudukaan mereka di sisi Allah."

Para sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah beritahukan kepada kami, siapa mereka dan apa perbuatan mereka?"

Rasulullah menjawab: "Mereka adalah sekelompok manusia atau suatu kaum saling mencintai dalam ridha Allah, bukan oleh adanya hubungan keluarga, juga bukan karena harta-benda yang dapat membuat mereka saling memberi dan menerima. Demi Allah, wajah-wajah mereka ketika itu benar-benar bercahaya!"

Ada seorang wanita bernama Rabi'ah al-Adawiyah. Ia adalah sosok di antara para wali Allah. Beliau mewariskan semerbak cinta dan aroma kewalian yang tidak pernah menguap. Tidak pernah lenyap. Wangi dan harum.

Pemilik nama lengkap Rabi'ah binti Ismail al-Adawiyah merupakan tokoh sufi perempuan. Dia disebut sebagai Ibu para sufi besar, terkenal dengan sikap zuhudnya.

Tokoh kelahiran Basrah (Irak) tahun 94 H ini diberi nama Rabi'ah sebab merupakan anak keempat --arba'ah, dari pasangan suami-istri yang hidup melarat. Konon ketika Rabi'ah lahir dalam kegelapan alias tanpa adanya lampu penerangan karena ayahnya tidak mampu membeli minyak. 

Ketenaran Rabi'ah menjadi inpirasi dunia tasawuf  baik di kalangan Islam atau Barat. Ia ditahbiskan sebagai ikon sufi perempuan yang sukses oleh para penulis orientalis Barat, seperti Nicholson dan Masignon.

R.A. Nicholson bahkan memberikan sanjungan kepadanya dengan mengatakan bahwa Rabi'ah al-Adawiyah adalah orang yang telah memberikan sebuah peta perjalanan. Melalui metode al-Hubb dan metode al-Ma'rifah, rombongan sufi dapat melaluinya dengan mudah dan cepat.

"Sketsa Sufisme Wali Perempuan" buku yang ditulis oleh An-Nabawi Jaber Siraj dan Abdussalam A Halim Mahmud menjelaskan, dengan kalimat hubbullah yang artinya "cinta kepada Allah" maka Rabi'ah al-Adawiyah telah melapangkan pengetahuan sufisme secara menyeluruh. Pantas ia dijuluki sang obor cinta!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline