Lihat ke Halaman Asli

Ali Musri Syam

Belajar Menulis

Puisi: Tangan Waktu

Diperbarui: 2 Oktober 2021   11:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi Tangan Waktu/ Dokpri @ams99

Tangan Waktu

Tangan-tangan waktu kembali menyentuh
Ketika penghabisan september berakhir luluh

Tangan-tangan waktu kembali meraih
Ketika permulaan oktober menyingkap tabir

Kemarau telah menyingsing di pelbagai tempat
Disini; penghujan masih datang bahkan tanpa kata telat

Seberkas cahaya menjadi datar di pucuk-pucuk langit
Segumpal awan berserakan di kaki-kaki bukit

Panas; menghidupkan dahaga
Dingin; membangkitkan rasa

Di utara; kecamuk rindu membara
Di selatan; gelora hasrat menggunung

Di barat; kasih berkecambah
Di timur; bertunas cinta kian madah

Di seberang; Puan menunggu penuh tabah
Di sini; Tuan menanti firasat ayatullah

Jika saja kemarau, bukan hanya menerbangkan debu-debu
Betapa ingin, ia pula membawa jauh; rindu

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline