Lihat ke Halaman Asli

albarian risto gunarto

saya datang saya lihat saya lalui saya tulis

Menjajal Jalur Eksotis Gunung Bekel (Via Candi Kendalisodo)

Diperbarui: 31 Mei 2023   16:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puncak Bekel dengan segala tulisannya (dok. pri)

Bekel lagi??

Itu yang saya ucapkan ketika rapat kecil siang itu memutuskan untuk kembali naik ke gunung kecil sebelah barat penanggungan itu. Rapat kecil yang diadakan mendadak karena pendakian milik Tahura R Soerjo ditutup akibat kebakaran hutan dan Gunung Pundak adalah salah satunya.

Perjalanan kali ini akan berbeda, jika  dua pendakian sebelumnya lewat jalur umum atau jalur yang sama dengan pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo. Kali ini akan mencoba lewat jalur satunya, yang di peta tampak lebih pendek, Jalur Candi Kendalisodo. Yang pindah gunungnya masih dibawah.

mencoba jalur baru (dok.pri)

Hari H

Cukup banyak yang ikut pendakian kali ini, 21 orang. Dengan 5 orang yang baru pertama kali mendaki.  Si paling junior, anak kelas 4 SD yang kemarin ikut ke Puthuk Gragal kali ini ikut kembali, saya kira akan kapok ternyata tidak. Seniornya, anak kelas 6 SD yang absen ke Puthuk Gragal, juga ikut, ini pendakian ke 3 nya ke Gunung Bekel. Pendakian ini menjadi genap karena driver Elf yang kami sewa juga penasaran terhadap gunung ini. Total yang ikut naik 22 orang terdiri dari rentang usia dari anak-anak, remaja, dewasa awal, dewasa akhir dan lansia awal (pembagian usia menurut Depkes 2009).

Aspala dari segala usia (dok.pri)

 Pendakian yang begitu rame, yang sekaligus juga sebagai launching jersey alias pamer kaos baru ASPALA. Maka tak heran, sebagian besar peserta pendakian memakai seragam yang sama. Karena hal ini pula,pendaki yang berpapasan dengan kami menyebut kami sebagai komunitas.Awalnya saya kaget. Saya baru tahu, karena kalau di kalangan pesepeda/ goweser kumpulan seperti itu disebut Club. Untungnya bukan paguyuban atau malah gerombolan.

bersama kita bisa (dok.pri)

BC Jolotundo/Pos Pendaftaran --> Batu-batu  (+/- 1 Jam 20 Menit)

Seperti yang pernah saya sebutkan di tulisan terdahulu, pendakian di Bekel maupun Penanggungan via Jolotundo unik, tidak menggunakan pedoman pos sebagai panduannya. Yang digunakan adalah candi, pohon (akar seribu) dan warung untuk yang lewat jalur Candi Bayi. Sedangkan untuk jalur Candi Kendalisodo menggunakan patokan candi, batu-batu dan petilasan.

kebersamaan (dok.pri)

Hampir jam 08.20 ketika selesai briefing, berdoa, berfoto dan mulai melangkah melewati gapura. Seperti biasa, 10 menit awal perjalanan masih berjalan beriringan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline