Mohon tunggu...
Amirsyah Oke
Amirsyah Oke Mohon Tunggu... Administrasi - Hobi Nulis

Pemerhati Keuangan negara. Artikel saya adalah pemikiran & pendapat pribadi.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Waspada pada yang Ingin Memecah Belah NKRI

10 Januari 2016   18:13 Diperbarui: 10 Januari 2016   18:25 1991
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Percobaan separatisme yang ingin memecah belah NKRI bukanlah hal baru. Hal ini sudah terjadi sejak lama dengan berbagai alasan pembenaran. Bila diperhatikan, secara umum terdapat dua pola memecah belah NKRI. Pertama adalah yang secara terang-terangan mendeklarasikan kemerdekaannya dan memisahkan diri dari NKRI. Kedua adalah yang secara ideologi tidak mengakui NKRI dan bercita-cita mendirikan negara sendiri.

Untuk pola yang pertama, relatif mudah mengatasinya. Hal ini dikarenakan aktor-aktor dan kalangan yang terlibat dengan terang-terangan menyatakan diri menentang NKRI baik dengan kekerasan bersenjata maupun diplomasi untuk meraih dukungan dari pihak-pihak lain di luar negeri. Pemerintah dan rakyat Indonesia tinggal mengerahkan kekuatan bersenjata dan menghadapinya secara hukum serta diplomasi.

Akan tetapi pola yang kedua ini relatif sulit untuk diberantas. Mereka bermain di dua kaki. Bagai bunglon, mereka bisa ada dimana saja dan menyusup ke berbagai lapisan masyarakat bahkan di pemerintahan. Bila dihadapi secara tegas, mereka akan menggunakan tameng HAM dan kebebasan berpendapat. Namun bila didiamkan saja, dikhawatirkan pengikutnya akan makin membesar yang akan melakukan berbagai aktivitas untuk memecah belah NKRI.

Salah satu yang mungkin perlu diwaspadai adalah gerakan yang berusaha memperjuangkan berdirinya khilafah di Indonesia. Mereka menggunakan aktivitas-aktivitas keagamaan untuk menyebarkan ideologi, pengaruh dan memperbanyak pengikut. Apakah tidak mungkin, begitu makin membesar maka mereka akan terang-terangan menjadi gerakan separatis?

Kekhawatiran saya terkait gerakan ini, adalah tidak mungkin menjadikan seluruh NKRI sebagai khilafah. Walaupun agama di NKRI mayoritasnya adalah Islam, ada beberapa wilayah yang agama mayoritasnya bukan Islam. Tentu mustahil wilayah atau daerah tersebut akan mendukung gerakan pembentukan khilafah. Untuk daerah-daerah yang mayoritas Islam, juga tidak mungkin membentuk khilafah karena ada NU dan Muhammadiyah yang kesetiaannya kepada NKRI tidak perlu diragukan lagi. Belum lagi di beberapa daerah yang mayoritas Islam, masih kental perbauran antara budaya lokal dengan ajaran Islam. Jelas mereka tidak mungkin mendukung pembentukan khilafah yang sangat kental dengan pengaruh budaya yang kearab-arab-an.

Yang paling memungkinkan dan mempercepat pembentukan khilafah di wilayah Indonesia adalah apabila NKRI terpecah belah atau bubar. Dengan demikian, relatif lebih mudah menjadikan salah satu atau beberapa wilayah yang relatif kecil sebagai khilafah bila mayoritas masyarakatnya adalah para pendukung gerakan khilafah. Negara khilafah tersebut tinggal meminta bantuan negara-negara lain yang mengatasnamakan solidaritas keagamaan, ataupun yang tertarik dengan berbagai potensi menguntungkan yang ada di wilayah Indonesia.

Apalagi sudah menjadi pengetahuan umum bahwa cukup banyak negara-negara lain yang sangat berminat pada potensi yang ada pada tanah, air dan udara di wilayah NKRI. Bila tidak bisa mendapatkan keuntungan dengan mudah dari NKRI, maka mendapatkan keuntungan dari salah satu wilayah yang terpisah atau bekas NKRI pun sudah sangat memadai untuk mengakomodasi kepentingan negara tersebut.

Untuk memecah belah atau membuat NKRI bubar tidak perlu buru-buru menggunakan kekuatan bersenjata karena sama saja dengan bunuh diri. Yang harus dilakukan adalah dengan memperbanyak aktivitas yang akan menyulut konflik di masyarakat seperti penyebaran hoax atau berita bohong terkait SARA khususnya agama, memperbanyak informasi yang mengadu domba antara masyarakat yang memiliki perbedaaah khususnya terkait paham dan keyakinan beragama, hingga menghasud agar kelompok-kelompok yang ada di masyarakat saling membenci satu sama lainnya sehubungan dengan perbedaan SARA terutama yang dibumbui perbedaan keyakinan atau agama.

Semakin banyak masyarakat yang terhasud dan terprovokasi maka makin mudah menyulut konflik, kerusuhan bahkan perang sipil yang pada akhirnya akan melancarkan perpecahan yang dapat berakibat pada bubarnya NKRI atau minimal lepasnya salah satu atau beberapa wilayah NKRI. Hal ini membuat Khilafah pun bisa relatif mudah berdiri, khususnya di daerah atau wilayah yang mayoritas masyarakatnya telah dipersiapkan sebelumnya sebagai pendukung khilafah.

Upaya pembentukan khilafah ini relatif mudah diterima oleh masyarakat awam karena menggunakan agama sebagai media penyebarannya. Masih sangat banyak masyarakat yang merasa tidak pantas atau bahkan merasa berdosa yang akan mengakibatkan masuk neraka bila sampai berani berpikir kritis terkait ajaran yang dikemukakan oleh orang-orang yang dianggap sholeh atau ahli agama di lingkungan sekitarnya. Apalagi bagi yang tidak menurut bahkan berbeda pendapat, bisa saja dengan mudah mendapatkan stempel bid’ah, sesat hingga kafir. Masyarakat pun menjadi takut karena konsekuensinya akan dikucilkan, dipersulit hingga mendapatkan kekerasan secara fisik dan perusakan aset yang dimilikinya.

Untuk mencegah terjadinya kekhawatiran ini, maka perlu diperbanyak upaya-upaya untuk membuat kehidupan di masyarakat menjadi lebih harmonis, terbuka terhadap perbedaan, tenggang rasa dan saling bertoleransi. Untunglah di Indonesia ada NU dan Muhammadiyah yang telah terbukti sangat berperan dalam pembentukan NKRI sebagai negara yang toleran terhadap perbedaaan khususnya terkait agama, keyakinan dan pemahaman yang berbeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun