Kesehatan

Peran Farmasi dalam Menyongsong Indonesia Sehat 2025

14 Januari 2018   08:58 Diperbarui: 14 Januari 2018   09:06 945 0 0

farmasi, jika kita mendengar kata farmasi hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita adalah obat.

farmasi merupakan salah satu  profesi dalam bidang kesehatan yang sebagian besar berhubungan langsung dengan ilmu kimia yang mempelajari tentang seni peracikan, pembuatan, penyediaan, pencampuran dan pendistribusian obat.

Farmasi memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat sehingga merupakan salah satu bidang yang terkenal di kalangan masyarakat.

Sumbangan dunia farmasi terhadap dunia kesehatan sangatlah besar dengan ditemukannya  berbagai obat dan system pengobatan yang lebih mengutamakan keselamatan pasien. Dulu banyak yang menganggap bahwa farmasi hanya bekerja di apotek, menjual obat dan sebagainya. Padahal sebenarnya farmasilah yang mengetahui tentang seluruh seluk belut obat tersebut. 

Sekarang lapangan kerja seorang farmasis sudah sangat luas, seperti badan pengawas obat dan makanan, rumah sakit, industry obat tradisional, apotek, dan berbagai sarana kesehatan. 

Bahkan dapat juga bekerja di bank karena tingkat ketelitian yang di miliki seorang farmasi sangatlah tinggi dan seorang farmasis tidak lagi diragukan jika masalah obat, yang kita dengar bahwa jika ada pasien yang sembuh dari penyakitnya, dia akan berterima kasih pada dokter padahal sebenarnya farmasi yang menyediakan obat untuk pasien.

Farmasi menjadi salah satu tenaga kesehatan yang dipercaya masyarakat dunia khususnya kaum terpelajar untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama tentang obat. 

Tapi tidak hanya itu farmasi juga berkecimpung dalam hal kosmetika dan makanan. Dengan ilmu farmasi, kita bisa waspada dengan apa yang saja yang bisa kita konsumsi karena seperti pepatah lama bahwa ilmu farmasi bagaikan pedang bermata dua. Bisa saja dia mengundang bencana atau mendatangkan manfaat dan disinilah peran seorang farmasi mengubah benda berbahaya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Pelayanan kefarmasian saat ini telah semakin berkembang karena selalu berorientasi kepada keselamatan pasien dan produk. Ini seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan bagi diri mereka sendiri. 

Bidang farmasi berada dalam lingkup dunia kesehatan yang   berkaitan langsung dengan prouk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Dalam sejarahnya, pendidikan tinggi farmasi di Indonesia dibentuk untuk menghasilkan apoteker untuk penanggung jawab apotek.

Nah kita akan membahas apa saja peran farmasi ? dalam praktek kefarmasian, peran farmasi yaitu membuat sediaan obat, penyimpanan dan distribusi obat.

Sehat merupakan suatu kondisi dimana jiwa terbebas dari berbagai jenis penyakit karena seperti yang kita ketahui bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kata sehat pada masa sekarang ini jarang sekali di temukan karena banyaknya manusia yang terkena penyakit yang umumnya disebabkan oleh lingkungan ataupun tempat tinggalnya.

Indonesia sehat merupakan gambaran keadaan masyarakat Indonesia yang sehat,  terbebas dari berbagai penyakit baik secara fisik maupun mental. Dalam Indonesia sehat 2025, lingkungan strategi pembangunan kesehatan yang di harapkan adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat jasmani, rohani maupun social yaitu lingkungan yang bebas dari polusi.

Beragam cara telah di lakukan oleh pemerintah dalam rangka menunjang kesehatan. Sebentar lagi 2017 akan berakhir, namun tetap saja tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia masih belum memadai. Olehnya itu pemerintah harus bisa mewujudkan Indonesia sehat 2025.

Perilaku masyarakat yang di harapkan dalam Indonesia sehat 2025 adalah perilaku yang yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit dan bepartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Adapun peran seorang farmasis/apoteker sebagai masyarakat yaitu

a.Menerapkan pola hidup sehat

Peran farmasi disini lebih pada sosialisasinya dengan masyarakat supaya bisa menerapkan pola hidup sehat , contohnya saja bersosialisasi tentang makanan yang mengandung sumber energy yang tinggi dan rajin berolahraga.

b.Menggunakan obat sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan

Obat bisa saja menjadi racun apabila dosisnya berlebih dan menjadi penyembuh apabila dosisnya tepat karena memang pada dasarnya bahwa obat itu dapat meyembuhkan.

c.Menanam tanaman obat di daerah sekitar rumah

Tanaman obat ini dapat membantu masyarakat dalam kondisi cepat untuk mengatasi berbagai jenis penyakit karena jika terserang gejala penyakit dapat langsung digunakan.

Ada pula yang dinamakan nine start farmasi yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu

1.Care-giver

Seorang farmasi/apoteker merupakan professional kesehatan yang memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien dan berinteraksi secara langsung.

2.Decision-maker

Seorang farmasi/apoteker merupakan seorang yang mampu menentukan keputusan terkait pekerjaan kefarmasian, bertujuan agar pengobatan lebih efektif.

3.Communicator

Seorang farmasi/apoteker merupakan seorang yang mampu melakukan komunikasi dengan pasien dengan baik karena dengan komunikasi seorang farmasi dapat menentukan obat yang dia berikan kepada pasiennya.

4.Manager

Seorang farmasi/apoteker merupakan seorang pengelola dalam berbagai aspek kefarmasian, sehingga kemampuan ini harus ditunjang kemampuan managemen yang baik.

5.Leader

Seorang farmasi/apoteker harus mampu menjadi pemimpin dalam memastikan terapi berjalan dengan aman.

6.Life-longlearner

Seorang farmasi/apoteker harus memiliki semangat belajar sepanjang waktu supaya bisa mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat karena informasi atau ilmu kesehatan terutama farmasi yang berhubungan dengan obat, penyakit dan terapi berkembang dengan pesat sehingga kita harus selalu meng-update pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki kepada orang agar kita tidak ketinggalan.

7.Teacher

Seorang farmasi dituntuk untuk memberikan pengajaran kepada generasi selanjutnya agar ilmu yang diperlukan turun temurun diketahui. Ini dapat dilakukan dengan memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan informasi.

8.Research

Seorang farmasi/apoteker merupakan seorang peneliti terutama dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan yang lebih baik. Peran farmasi disini yaitu harus bisa menemukan obat baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya agar famor farmasi naik lebih dari seorang dokter.

9.Entrepreneur

Seorang faramsi/apoteker diharapkan terjun langsung menjadi wirausaha dalam mengembangkan kemandirian serta membantu mensejahterahkan masyarakat. Misalnya dengan mendirikan usaha.

Setelah kita membahas tentang peran farmasi, kita juga akan membahas sedikit tentang tantangan yang dihadapi seorang farmasi dalam menjalankan peran tersebut.

Tantangan dunia farmasi ke depan mungkin akan semakin berat hal ini karena situasi yang kadang tidak di duga terjadi. Padahal industry faramasi dituntut untuk selalu menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. 

Pada zaman sekarang ini, tantangan para farmasis atau apoteker sudah semakin kompleks seperti peraturan pe,erintah no. 51/2015 tentang pekerjaan seorang farmasi . untuk mengatasi tantangan tersebut sekaligus menjamin pertubuhan yang berkelanjutan dari farmasi maka farmasis harus mengembangkan bahan baku yang menjadi peluang yang harus bisa dimaksimalkan oleh pemerintah. 

Obat-obat yang dihasilkan akan menjadi komponen penting untuk meningkatkan peluang hidup dengan menyelamatkan jutaan nyawa manusia.tetapi ada beberapa tantangan yang dihadapi farmasi Indonesia.

Adapun Tantangan dunia farmasi Indonesia yaitu

a.Persangan yang semakin berat dan sulit terutama tentang obat genetic arena obat ini masih sangat kurang ditemukan.

b.Penemuan obat baru sangat sulit ditemukan karena kurangnya teknologi canggih yang kita miliki.

c.Konsumen mulai menuntut suatu produk yang berkualitas namun menginginkan harga terjangkau. Nah, untuk memenuhi hal tersebut maka perlu dilakukan suatu inovasi baru, yang mana dari inovasi tersebut dapat menghasilkan suatu produk yang terjangkau dan berkualitas.

d.Adanya rumah sakit asing.

e.Bahan baku obat import masih menjadi kendala.

Ketergantungan  Indonesia terhadap impor bahan baku obat masih sangat tinggi. Untuk mengurangi ketergantungan akan impor, pemerintah harus menarik investasi pengembangan industry bahan baku farmasi.

Indonesia sendiri diprediksikan akan mampu menjadi Negara yang maju dan sejahtera pada tahun 2025. Indonesia kedepannya akan menjadi bangsa yang mandiri, produktif, memiliki daya saing dan mampu mengolah semua kekayaan alam dan sumber daya lainnya yang ia miliki agar tercipta pertumbuhan kemajuan dalam jangka yang panjang. 

Terkhusus di dunia kesehatan, karena teknologi di Indonesia akan semakin maju, otomatis alat-alat untuk membuat atau memproduksi obat akan semakin meningkat. Apalagi dengan lahirnya generasi emas Indonesia khususnya yang memilikin keahlian di bidang farmasi itu akan mempermudah mereka untuk mengembangkan potensi yang mereka punya.

Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesian sehat 2025 yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud dengan baik.sedangkan yang terkait dengan farmasi salah satunya adalah upaya kesehatan dan managemen pembangunan kesehatan.

Upaya kesehatan

a.Sarana kesehatan yang berkualitas

b.Luasnya jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan

c.Ketersediaan obat generic yang jenis dan jumlahnya tercukupi dalam pelayanan kesehatan

d.Biaya kesehatan yang dikelolah secara efisien

e.Ketersediaan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan

Manajemen pembangunan kesehatan

a.Adanya system informasi mengenai pembangunan kesehatan

b.Meningkatkan kemampuan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi pembangunan kesehatan

c.Dalam upaya ini, peran dari seorang farmasi atau apoteker lebih berhubungan denagan kepemimpinan dan manajemen kesehatan serta peraturan perundang-undangan yang mendukung pembangunan kesehatan.

Untuk mencapai tujuan dalam pembangunan kesehatan, maka strategi-strategi yang dibutuhkan oleh farmasis untuk menyongsong Indonesia sehat 2025 yaitu memajukan kesadaran masyarakat cara penggunaan obat yang tepat yanitu dengan prinsip DAGUSIBU. DAGUSIBU memiliki kepanjangan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. DAGUSIBU adalah langkah penggunaan obat yang tepat oleh konsumen.

Dapatkan

Obat yang diperlukan dapat didapatkan dari apotek, contohnya apotek keluarga. Penyimpanan obat di apotek keluarga sangat terjamin sehingga obat akan sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik. Apotek keluarga sendiri itu memiliki izin dan apoteker yang siap melayani masyarakat.

Gunakan  

Gunakanlah obat dengan tepat. obat harus digunakan sesuai dengan aturan yang tertera pada wadah atau etiket. Contohnya obat jenis antibiotic. Terkadang orang hanya mengonsumsi obat antibiotic ketika merasa sakit yang dideritanya telah sembuh, tetapi obat jenis antibiotic ini seharusnya dikonsumsi sampai habis. Informasi seperti ini dapat diperoleh dari apotekervatau asistennya.

Simpan

Obat yang telah atau belum digunakan perlu disimpan dengan benar, sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera dalam kemasan. Kebanyakan obat perlu dihindarkan dari paparan sinar matahari secara langsung. Untuk itu, obat perlu disimpan di tempat yang tertutup, kering dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Buang

Obat yang telah kedaluarsa dan rusak perlu dibuang denagan tidak sembarangan agar tidak disalahgunakan.

Jadi, peran farmasi dalam menyongsong Indonesia sehat 2025 sangatlah besar. Apalagi dengan kesadaran tersendiri yang dimiliki seorang apoteker untuk mengabdi membenahi dunia kefarmasian maka itu akan mewujudkan Indonesia sehat 2025.