Mohon tunggu...
Amilia Listyaningrum
Amilia Listyaningrum Mohon Tunggu... Amilia

Jepara - Semarang

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Peluang dan Ancaman Teknologi pada Mahasiswa Masa Kini

20 November 2019   01:45 Diperbarui: 20 November 2019   04:46 0 0 0 Mohon Tunggu...
Peluang dan Ancaman Teknologi pada Mahasiswa Masa Kini
main-qimg-50c50534d5456c9c4379fc61217e884c-5dd463d9097f362fe012b655.png

Sekarang ini disebut era disrupsi, yang berarti perubahan yang mendasar atau fundamental. Hal ini dilihat dari banyaknya kegiatan yang semula dikerjakan manual berubah menjadi digital. Termasuk juga perubahan perilaku manusia, dari aktivitas di dunia nyata ke dunia maya. Hal ini, tidak lain karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Seorang futurist yang menulis buku berjudul Technology vs Humanisme, Gerd Leonhard, menyebut lompatan teknologi dalam 20 tahun ini akan jauh melampaui capaian 300 tahun terakhir. (Kompas, "Teknologi Cerdas, Ancaman atau Tantangan buat Manusia?", terbit Jumat, 29 Desember 2017 pukul 21:32 WIB, diakses pada 19 November 2019 pukul 18.29 WIB). Perkembangan teknologi yang pesat ini bertujuan untuk membantu dan memudahkan aktivitas manusia.


Teknologi sendiri telah memasuki semua aspek kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, agama, fisik, keuangan, sampai hiburan. Dan juga, teknologi telah memasuki berbagai bidang kehidupan manusia, seperti ekonomi, keuangan, bisnis, pertanian, transportasi, logistik, dan lainnya. Semua itu dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Serta, tuntutan manusia untuk mendapatkan berbagai kemudahan dalam beraktivitas.


Contohnya, yang pertama, ada  jaringan 5G yang memiliki kekuatan mendownload film definisi tinggi dalam waktu satu menit atau lebih saja (CNBC Indonesia, "Apa Itu Teknologi 5G, Sumber Sengketa Trump Vs Huawei", terbit 12 Februari 2019 pukul 21.18, diakses pada 19 November 2019 pukul 06.45). Hal itu, mempercepat laju  informasi dari berbagai belahan dunia ke belahan dunia lain. Selain itu, juga mempercepat perkembangan teknologi, kemajuan ilmu pendidikan, penyebaran budaya, dan sebagainya.


 Yang kedua, terlihat dari adanya perubahan aktivitas dari proses manual ke digital, seperti di bank  mengurangi jumlah teller karena adanya mesin untuk melayani nasabah. Dan, pabrik mengurangi jumlah karyawan karena pengunaan mesin berteknologi canggih. Karena dengan penggunaan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Yang ketiga, pesatnya perkembangan artifial intelligence (AI), yang kemudian di kembangkan lagi menjadi machine learning (ML) dan deep learning (DL).


Gerd Leonhard menyebutkan, bahwa area kerja manusia yang tak akan pernah bisa digantikan mesin adalah yang berkaitan dengan kreativitas dan hal-hal manusiawi. Hal-hal manusiawi itu, sebut Leonhard, mencakup pula soal intuisi, kurasi, pemilahan ide, etika, empati, dan emosi. (Kompas, "Teknologi Cerdas, Ancaman atau Tantangan buat Manusia?", terbit Jumat, 29 Desember 2017 pukul 21:32 WIB, diakses pada 19 November 2019 pukul 18.29 WIB).


Dari kutipan diatas, dapat disimpulkan bahwa masih ada tempat untuk mahasiswa pada era sekarang, yaitu dengan menciptakan teknologi itu sendiri dan mengasah skill kreativitas dan hubungan dengan manusia, karena teknologi tidak memiliki hal tersebut. Selain itu, kita perlu menjadi talent T, yaitu perpaduan dari Generalist (garis horizontal dari huruf T) dan Spesialist(garis vertikal dari huruf T), yaitu kita perlu memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki kedalaman ketrampilan yang kita miliki.


Ancaman untuk mahasiswa sendiri adalah tertinggal informasi, tidak memiliki pengetahuan luas, dan hanya fokus pada satu bidang, serta tidak memiliki keahlian selain dari  kegiatan yang bersifat berulang. Karena kegiatan yang bersifat berulang sangat mudah digantikan oleh teknologi. Dan, dengan teknologi memperkecil kesalahan dalam kegiatan berulang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x