Mohon tunggu...
Amelinda Regita
Amelinda Regita Mohon Tunggu... Mahasiswa - Magister Psikologi Profesi Universitas Muhammadiyah Malang

Hai! Nama saya Amelinda Regita Nurfelita Rosyada, akrabnya biasa dipanggil Felly. Saat ini usia saya 23 tahun. Saya merupakan seorang mahasiswa yang sedang menempuh studi lanjutan Profesi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Manusia Hidup untuk Sendiri atau Bersama? Ini Pemikiran Filsuf Herbert Spencer

23 Januari 2022   19:35 Diperbarui: 23 Januari 2022   19:42 257 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Herbert Spencer lahir di Derby, Inggris pada tanggal 27 April 1820 dan meninggal pada 8 Dessember 1903. Ia merupakan anak pertama dari smebilan bersuadara. Tipe pola asuh di dalam keluarga Spencer adalah pembangkang. 

Sejak kecil Spencer dididik untuk menjadi individualisme dan pandangan anti kemampanan serta anti ulama oleh ayahnya serta pandangan radikal oleh pamannya, Thomas. Sejak tahun 1848 hingga 1853, Spencer bekerja sebagai penulis dan redaktur bagian untuk the economist mingguan keuangan

Herbert Spencer menulis buku pertamanya pada tahun 1851 yaitu Social Statics atau Kondisi Esensial Menuju Kebahagiaan Manusia muncul. 

Pada tahun 1855, Spencer kembali untuk membuat buku keduanya yaitu The Principles of Psychology. Buku keduanya ini menitikberatkan pada kritikan associationism. Spencer berfikir bahwa prinsip psikologi jauh kurang berhasil daripada statiks sosial. Hal ini mempengaruhi akan kondisi mentalnya dimana ia lebih mencari privasi dan menghindari keramaian

Herbert Spencer meyakini bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh manusia ada suatu rahasia atau hal-hal yang mendorong manusia dalam melakukan perbuatan tersebut. 

Hal ini dikenal dengan The Great Unknowable. Perilaku manusia terbentuk dari beberapa faktor, bisa jadi karena pengaruh dari orang lain. Sebenarnya Spencer mengambangkan teori evolusi dari Charles Darwin. Namun, menurutnya Darwin belum dapat berfilsafat karena membahas manusia hanya permukaannya saja dan kurang mendalam.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan dari orang lain. Charles Darwin meyakini bahwa manusia hidup dengan prinsip individualisme. 

Berbeda dengan hal tersebut, Spencer menyatakan bahwa manusia tidak bisa lepas dari orang lain. Manusia mampu untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya atau melengkapi kekurangannya dengan adanya campur tangan orang lain. Tidak hanya dapat menyesuaikan dalam lingkungan sosial, namun perlu adanya kontribusi untuk dapat mencapai kebahagiaan hidup.

Pemikiran Charles Darwin tidak semata-mata ditolak oleh Spencer. Namun, pemikiran Darwin yang menyatakan bahwa manusia telah dapat berevolusi sesuai dengan lingkungannya juga disetujui oleh Spencer. Evolusi tidak hanya didefinisikan sebagai bentuk perubahan manusia, namun tentang keterkaitan antara manusia dengan lingkungan. 

Manusia akan dapat beradapatasi dengan lingkungannya, sehingga perilaku-perilaki yang ditampilkan akan bergantung pada lingkungan yang telah memberikan pengaruh pada manusia tersebut. Hal ini terjadi pada makhluk hidup tidak hanya pada manusia saja. Namun, manusia diciptakan dengan memiliki akal.

Akal manusia inilah yang akan dapat memilih dan memilah atau menyaring pengaruh dari lingkungan. Sehingga manusia akan dapat menciptakan keunikannya sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan